PDIP kaget KPK mendadak usut kasus PLTU Tarahan

Sabtu, 13 Juli 2013 - 18:12 WIB
PDIP kaget KPK mendadak...
PDIP kaget KPK mendadak usut kasus PLTU Tarahan
A A A
Sindonews.com - PDIP mengaku kaget terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba-tiba mengusut dugaan suap pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004 yang telah menjerat kader PDIP Izedrik Emir Moeis (IEM).

"Kita sudah sampaikan beberapa hal sejak awal Bang Emir ditetapkan tersangka bulan juni tahun 2012 lalu kami seperti disamber gledek kita tidak pernah tahu dia diperiksa, kita tidak pernah tahu penyelidikan dan penyidikan termasuk dilaporan KPK setiap RDP dengan Komisi III," ujar Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013).

Mengenai adanya dugaan aliran dana PT Alstom ke Emir Moeis, PDIP sendiri sudah melakukan penelitian. Trimedya tidak mengelak ada aliran dana tapi hal itu terjadi setahun kemudian setelah proyek itu berjalan.

"Kita telusuri terkait dugaan adanya aliran dana ke Bang Emir USD300.000. Ternyata aliran dana yang masuk kalau pun itu diduga menangnya PT Alstom urusan PLTU Tarahan, itu jaraknya satu tahun lebih. Setelah saya hitung malah satu tahun empat bulan."

"Pertanyaan sederhana apakah jika orang mau menyuap, apakah jaraknya bisa sejauh itu kalau kita menjebolkan proyek kepada orang tertentu? Bisa jadi proyek sebelum jebol diminta dulu uang mukanya setelah itu harus beres dong. Kok ini satu tahun lebih," pungkasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, KPK menahan Emir Moeis yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Tahun Anggaran (TA) 2004.

Emir diduga menerima suap senilai lebih dari USD 300.000 atau Rp2,8 miliar dalam pembangunan proyek PLTU di Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, tahun anggaran (TA) 2004. Dia diduga menerima hadiah atau janji dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR periode 1999-2004 dan atau periode 2004-2009 dari PT Alstom Indonesia (AI).

Emir Moeis disangka melanggar Pasal 5 ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Untuk kepentingan penyidikan, Emir Moeis telah dicegah ke luar negeri selama enam bulan.
(kri)
Berita Terkait
KPK Ciduk Crazy Rich...
KPK Ciduk 'Crazy Rich' Samin Tan di Kafe Kawasan MH Thamrin Jakarta
Eni Maulani Saragih...
Eni Maulani Saragih Lunasi Uang Pengganti Kasus Korupsi PLTU Riau-1 Rp5 Miliar
Halim Kalla, Adik JK...
Halim Kalla, Adik JK Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan PLTU
Polri Cegah Halim Kalla...
Polri Cegah Halim Kalla Keluar Negeri Terkait Dugaan Korupsi PLTU
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Kapal Kargo Samudera...
Kapal Kargo Samudera Sakti III Terbakar di Perairan Tarahan Lampung
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved