PPP ingin rakyat punya banyak pilihan terkait capres

Selasa, 09 Juli 2013 - 16:05 WIB
PPP ingin rakyat punya...
PPP ingin rakyat punya banyak pilihan terkait capres
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menginginkan, agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT), sama dengan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen, yakni 3,5 persen.

Sebab, jika presidential threshold sama dengan parliamentary threshold, dia yakin, calon yang diusung PPP dapat dipertandingkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti.

"Yakin yang kita usung bisa dipertandingkan," ujar Menteri Agama (Menag) ini, di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2013).

Lebih lanjut dia menuturkan, ada dua pandangan dalam hal pencalonan presiden. Pertama, kata dia, capres itu didominasi oleh partai-partai politik besar. "Lalu parpol besar, menurut pandangan sementara kalangan, calonnya adalah itu-itu saja. Yang bahasa gaulnya empat L (lo lagi lo lagi)," tuturnya.

Kedua, jumlah capres harus beragam. "Bagi PPP, masyarakat harus disediakan calon yang lebih beragam. Dengan demikian, masyarakat dapat memilih pilihan yang lebih banyak. Oleh karena itu, saya itu menganut paham yang kedua, bahwa capres dan cawapres itu harus banyak," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang paling diperdebatkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilpres untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 itu adalah, apakah 20 persen atau 25 persen kursi.

"Bagi PPP yang menganut paham kedua, agar masyarakat diberikan pilihan yang beragam. Maka yang paling cocok adalah sama dengan parliamentary threshold, yakni 3,5 persen," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Ingatan Manusia dan...
Ingatan Manusia dan Kera Diklaim Punya Banyak Kesamaan Soal Hubungan Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved