Marzuki: ICW manusia biasa, bisa salah
Selasa, 02 Juli 2013 - 18:06 WIB
Marzuki: ICW manusia biasa, bisa salah
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie mengaku aneh, dirinya dianggap tidak pro dalam pemberantasan korupsi sebagai mana hasil rilis Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu.
"Yang jelas menyatakan saya tidak pro (korupsi) itu aneh, padahal saya selalu membela KPK, begitu terbentuk, masalah penyadapan saya dukung, kok tidak pro?," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2013).
Meski merasa aneh, namun Marzuki enggan melaporkan ICW ke pihak kepolisian seperti yang dilakukan beberapa anggota dewan lainnya. Dirinya menjelaskan, komentarnya mengenai pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan berarti dirinya tidak pro dengan pemberantasan korupsi.
"ICW manusia biasa, bisa salah. Saya menyatakan bubarkan KPK kan tahu semua, pada saat itu kan ada seleksi pimpinan KPK, saya mengingatkan tim seleksi, kalau tidak ada calon yang amanah, untuk apa ada KPK, bubarkan aja," ungkapnya.
"Justru itu saya peduli KPK harus diisi orang kredibel. Jadi ICW itu otaknya malu saya ngomong-nya," terangnya.
Marzuki yang kini maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III ini, tidak khawatir dengan pencalonannya yang akan berpengaruh negatif dari hasil rilis itu. "Mau enggak kepilih (jadi caleg) mau apa, urusan Allah itu," tuntasnya.
Sebelumnya, ICW merilis 36 nama daftar calon sementara (DCS) yang dinilai memiliki komitmen lemah terhadap pemberantasan korupsi, dan Marzuki adalah salah satunya.
"Yang jelas menyatakan saya tidak pro (korupsi) itu aneh, padahal saya selalu membela KPK, begitu terbentuk, masalah penyadapan saya dukung, kok tidak pro?," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2013).
Meski merasa aneh, namun Marzuki enggan melaporkan ICW ke pihak kepolisian seperti yang dilakukan beberapa anggota dewan lainnya. Dirinya menjelaskan, komentarnya mengenai pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan berarti dirinya tidak pro dengan pemberantasan korupsi.
"ICW manusia biasa, bisa salah. Saya menyatakan bubarkan KPK kan tahu semua, pada saat itu kan ada seleksi pimpinan KPK, saya mengingatkan tim seleksi, kalau tidak ada calon yang amanah, untuk apa ada KPK, bubarkan aja," ungkapnya.
"Justru itu saya peduli KPK harus diisi orang kredibel. Jadi ICW itu otaknya malu saya ngomong-nya," terangnya.
Marzuki yang kini maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III ini, tidak khawatir dengan pencalonannya yang akan berpengaruh negatif dari hasil rilis itu. "Mau enggak kepilih (jadi caleg) mau apa, urusan Allah itu," tuntasnya.
Sebelumnya, ICW merilis 36 nama daftar calon sementara (DCS) yang dinilai memiliki komitmen lemah terhadap pemberantasan korupsi, dan Marzuki adalah salah satunya.
(maf)