Jelang Pemilu 2014, pertarungan politik makin panas
Sabtu, 29 Juni 2013 - 08:02 WIB
Jelang Pemilu 2014, pertarungan politik makin panas
A
A
A
Sindonews.com - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, sejumlah partai politik (parpol) terus melakukan persiapan, seperti strategi untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang.
Pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto mengatakan, tak hanya mempersiapkan sejumlah persiapan, semua parpol akan mencari kelemahan partai lain dan dijadikan sebagai strategi untuk menyerang.
"Meskipun hal ini tidak dibenarkan dalam perpolitikan di Indonesia. Namun tetap saja, cara tersebut akan bisa berjalan, menggunakan pihak lain, seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarak atau pergerakan lainnya," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/6/2013).
Sugiyanto mengungkapkan, adanya kampanye hitam, sudah terlihat dari diungkapnya beberapa calon anggota legislatif (caleg) yang bermasalah. "Seperti saat ini sudah mulai ada yang membuka adanya caleg-caleg yang ternyata bermasalah. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi menyerang lawan politik, itu sudah ada sejak awal," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha mengatakan, tidak perlu dibedakan antara tokoh berlatar belakang militer atau sipil untuk dicapreskan. "Yang penting figur itu mewujudkan demokrasi lebih baik," ujar Syaifullah saat dihubungi Sindonews, Jumat 28 Juni 2013.
Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, baik militer, polisi atau sipil hanya persoalan sumber kader, di tengah kehidupan demokrasi yang semakin matang tidak perlu lagi mengelompokkan tokoh, terpenting selain bisa memperbaiki kehidupan demokrasi juga memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
"Meliter, akademsi atau politisi itu hanya sumber kader, tapi harus mempunyai kadar kemampuan dalam memimpin, atau integritasnya tidak diragukan lagi," imbuhnya.
Pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto mengatakan, tak hanya mempersiapkan sejumlah persiapan, semua parpol akan mencari kelemahan partai lain dan dijadikan sebagai strategi untuk menyerang.
"Meskipun hal ini tidak dibenarkan dalam perpolitikan di Indonesia. Namun tetap saja, cara tersebut akan bisa berjalan, menggunakan pihak lain, seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarak atau pergerakan lainnya," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Sabtu (29/6/2013).
Sugiyanto mengungkapkan, adanya kampanye hitam, sudah terlihat dari diungkapnya beberapa calon anggota legislatif (caleg) yang bermasalah. "Seperti saat ini sudah mulai ada yang membuka adanya caleg-caleg yang ternyata bermasalah. Hal ini mengindikasikan bahwa strategi menyerang lawan politik, itu sudah ada sejak awal," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha mengatakan, tidak perlu dibedakan antara tokoh berlatar belakang militer atau sipil untuk dicapreskan. "Yang penting figur itu mewujudkan demokrasi lebih baik," ujar Syaifullah saat dihubungi Sindonews, Jumat 28 Juni 2013.
Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, baik militer, polisi atau sipil hanya persoalan sumber kader, di tengah kehidupan demokrasi yang semakin matang tidak perlu lagi mengelompokkan tokoh, terpenting selain bisa memperbaiki kehidupan demokrasi juga memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
"Meliter, akademsi atau politisi itu hanya sumber kader, tapi harus mempunyai kadar kemampuan dalam memimpin, atau integritasnya tidak diragukan lagi," imbuhnya.
(maf)