Kuota haji Indonesia dipotong 20 persen hingga 2016
Kamis, 27 Juni 2013 - 10:08 WIB
Kuota haji Indonesia dipotong 20 persen hingga 2016
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Agama Suryadharma Ali dalam pertemuan dengan pejabat pemerintahan Arab Saudi telah menyepakati pemotongan 20 persen kuota haji Indonesia, yang akan berlangsung hingga tahun 2016 mendatang. Hal ini mengacu pada renovasi Masjidil Haram yang diperkirankan baru selesai pada 2016.
“Pemerintah Arab Saudi secara lisan sudah juga menyampaikan, bahwa setelah renovasi Masjidil Haram selesai pada 3 tahun yang akan datang, jatah kuota calon jamaah haji Indonesia akan kembali normal. Bahkan akan ditambah dengan kuota yang hilang selam 3 tahun,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu yang mendampingi kunjungan Menteri Agama Suryadharma Ali ke Arab Saudi, sebagaimana dikutip situs Kementerian Agama, Kamis (27/6/2013).
Dengan adanya janji kompensasi dari pemerintahan Arab Saudi, Anggito berharap tidak akan terjadi antrean yang lebih panjang lagi setelah tahun 2017. Sebab, dengan makin banyaknya jemaah haji yang bisa diberangkatkan setelah proses renovasi Masjidil Haram, maka akan memperpendek masa tungguh jamaah.
Senada dengan Anggito, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Gondo Radityo Gambiro mengatakan pemerintah sudah menyampaikan harapannya agar kuota haji Indonesia diakumulasi sesuai jumlah pemotongan yang telah dilakukan per tahun, atau bila perlu menjadi 200 persen.
“Dua menteri Arab Saudi akan menutupi pemotongan kuota 20 persen per tahun dan permintaan 200 persen dipertimbangkan,” ujar Gondo ketika memberikan pembekalan kepada Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1434H di Asrama Haji, Pondok Gede, Rabu (26/6/2013).
Gondo menilai permintaan yang disampaikan Suryadharma Ali rasional, mengingat jika renovasi selesai maka Masjidil Haram diperkirakan akan mampu menampung 105 ribu jamaah per jam.
“Jadi bisa 2 kali lipat, apa lagi setelah adanya masjid baru yang dibangun Raja Abdullah yang menyambung ke Masjidil Haram dengan luas mencapai 1 hektar,” kata Gondo.
Terkait kondisi Masjidil Haram yang masih dalam proses renovasi, Gondo berharap jamaah yang menunaikan ibadah haji dapat bersikap disiplin waktu dan disiplin diri, mengingat lokasi tawaf yang padat dan hanya terkonsentrasi di lantai 1 Masjidil Haram.
Kementerian Agama, lanjut Gondo, juga akan mendirikan pos-pos khusus agar jamaah haji mudah melihat posko apabila tersesat. “Ini semua demi keselamatan jamaah,” kata Gondo.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Haji Arab Saudi, Bandar Bin Muhammad Haiiar melalui Duta Besar Arab Saudi di Jakarta. telah mengirimkan surat yang isinya bahwa pemotongan kuota haji 20 persen bagi seluruh negara, termasuk Indonesia, sudah final.
Terkait dengan pemotongan kuota itu, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No 62/2013 tentang Kriteria Penundaan Keberangkatan Jamaah Yang Telah Melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434H/2013, Menterti Agama Suryadharma Ali telah menetapkan 3 (tiga) kriteria calon jamaah haji yang ditunda keberangkatannya tahun ini, yaitu berusia 75 tahun atau lebih; memiliki keterbatasan fisik; dan calon haji yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji.
“Pemerintah Arab Saudi secara lisan sudah juga menyampaikan, bahwa setelah renovasi Masjidil Haram selesai pada 3 tahun yang akan datang, jatah kuota calon jamaah haji Indonesia akan kembali normal. Bahkan akan ditambah dengan kuota yang hilang selam 3 tahun,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu yang mendampingi kunjungan Menteri Agama Suryadharma Ali ke Arab Saudi, sebagaimana dikutip situs Kementerian Agama, Kamis (27/6/2013).
Dengan adanya janji kompensasi dari pemerintahan Arab Saudi, Anggito berharap tidak akan terjadi antrean yang lebih panjang lagi setelah tahun 2017. Sebab, dengan makin banyaknya jemaah haji yang bisa diberangkatkan setelah proses renovasi Masjidil Haram, maka akan memperpendek masa tungguh jamaah.
Senada dengan Anggito, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Gondo Radityo Gambiro mengatakan pemerintah sudah menyampaikan harapannya agar kuota haji Indonesia diakumulasi sesuai jumlah pemotongan yang telah dilakukan per tahun, atau bila perlu menjadi 200 persen.
“Dua menteri Arab Saudi akan menutupi pemotongan kuota 20 persen per tahun dan permintaan 200 persen dipertimbangkan,” ujar Gondo ketika memberikan pembekalan kepada Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1434H di Asrama Haji, Pondok Gede, Rabu (26/6/2013).
Gondo menilai permintaan yang disampaikan Suryadharma Ali rasional, mengingat jika renovasi selesai maka Masjidil Haram diperkirakan akan mampu menampung 105 ribu jamaah per jam.
“Jadi bisa 2 kali lipat, apa lagi setelah adanya masjid baru yang dibangun Raja Abdullah yang menyambung ke Masjidil Haram dengan luas mencapai 1 hektar,” kata Gondo.
Terkait kondisi Masjidil Haram yang masih dalam proses renovasi, Gondo berharap jamaah yang menunaikan ibadah haji dapat bersikap disiplin waktu dan disiplin diri, mengingat lokasi tawaf yang padat dan hanya terkonsentrasi di lantai 1 Masjidil Haram.
Kementerian Agama, lanjut Gondo, juga akan mendirikan pos-pos khusus agar jamaah haji mudah melihat posko apabila tersesat. “Ini semua demi keselamatan jamaah,” kata Gondo.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Haji Arab Saudi, Bandar Bin Muhammad Haiiar melalui Duta Besar Arab Saudi di Jakarta. telah mengirimkan surat yang isinya bahwa pemotongan kuota haji 20 persen bagi seluruh negara, termasuk Indonesia, sudah final.
Terkait dengan pemotongan kuota itu, melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) No 62/2013 tentang Kriteria Penundaan Keberangkatan Jamaah Yang Telah Melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434H/2013, Menterti Agama Suryadharma Ali telah menetapkan 3 (tiga) kriteria calon jamaah haji yang ditunda keberangkatannya tahun ini, yaitu berusia 75 tahun atau lebih; memiliki keterbatasan fisik; dan calon haji yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji.
(lal)