Pemerintah belum bisa ungkap hasil lobi haji

Kamis, 27 Juni 2013 - 03:01 WIB
Pemerintah belum bisa...
Pemerintah belum bisa ungkap hasil lobi haji
A A A
Sindonews.com - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Anggito Abimanyu mengatakan, selain meminta penambahan kuota, pemerintah dalam hal ini Menteri Agama (Menag) akan membicarakan terkait persoalan haji lainnya.

Menurut Anggito, Kemenag bukan hanya permasalahan pemotongan yang dibicarakan, masalah untuk penerbangan, pemondokan, katering, dan transportasi lainnya seperti bus, juga masih dalam tahap pembicaraan.

"Kita belum bisa pastikan apa-apa. Bukan hanya kuota, tetapi masalah dengan penerbangan Saudi Airlines juga masih dalam tahap pelobian. Juga pemondokan, katering dan transportasi lainnya yang akan digunakan oleh jemaah haji Indonesia," tegasnya kepada wartawan, Rabu (26/6/2013).

Sebelumnya, Menag Suryadharma Ali mengatakan, meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk beberapa hal di antaranya, dampak dari renovasi Mesjidil Haram yang diberitahukan terlambat. Hal ini mengakibatkan banyak kendala yang dihadapi karena persiapan yang sudah dilakukan dari awal.

"Kita sudah membayar biaya pemondokan, katering, tranportasi darat, maskapai penerbangan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta," ujarnya.

Selain itu estimasi anggaran yang sudah dikeluarkan mencapai Rp800 miliar. Kerugian untuk haji reguler yang terdiri dari dua katagori yaotu kerugian yang mencvapai Rp250,9 miliar yang dipergunakan untuk baiaya perumahan, transportasi, sosialisasi dan lainya. Selain itu dana kompensasi yang mencapai Rp241,6 miliar swhingga seluruhnya Rp492 miliar.

Sedangkan untuk kerugian haji khusus diperkirakan mencapai Rp325 miliar. Dana tersbut dipergunakan untuk melunasi pemondokan, transportasi, katering dan penerbangan. Menag memaparkan, berkaitan dengan kuota haji, pemerintah akan mengajukan kuota haji pada 2014 sebanyak 120 persen.

"Hal ini dikarenakan jemaah yang tidak berangkat pada tahun 2013 harus diberangkatkan pada 2014. Karena para jemaah harus dikompensasikan pada tahun-tahun berikutnya sampai normal kembali," paparnya.

Hal ini bukan lah final, lanjut dia, jika pemerintah Arab Saudi tidak bisa memenuhi kuota sebanyak 120 persen, maka 2014 harus ditambahkan sebanyak 110 persen sampai kuota normal kembali. "Kita meminta kompensasi pada tahun ini agar tidak terjadi penumpukan yang sangat panjang," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved