Pengamat: Wakil rakyat kini berubah jadi wakil parpol

Selasa, 25 Juni 2013 - 08:54 WIB
Pengamat: Wakil rakyat...
Pengamat: Wakil rakyat kini berubah jadi wakil parpol
A A A
Sindonews.com - Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Profesor Asep Warlan Yusuf menyayangkan, tidak adanya upaya DPR mengajukan uji materil kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Padahal, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat dimakzulkan jika ternyata terbukti kebijakannya menaikkan harga BBM bersubsidi menyengsarakan rakyat dengan landasan melanggar Pasal 33 UUD 45.

“Sayangnya meski telah terjadi pelanggaran yang nyata-nyata oleh pemerintah, DPR yang adalah bagian dari negara dan bertugas mengkontrol serta mewakili rakyat telah berubah menjadi wakil parpol. Terlebih dengan adanya koalisi atau Setgab pendukung pemerintahan rasanya sulit mengharapkan DPR mengajukan hal ini ke MK," ujar Asep kepada Sindonews, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Menurutnya, pelanggaran konsitisi pun selalu diarahkan untuk diselesaikan secara politik. Inilah dinilainya dapat merusak seluruh tatanan bernegara.

Ia menilai, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang merupakan dasar negara pun tidak dipedulikan lagi. Selama ini penyelesaian secara politik dipandang sama sekali tidak membawa perubahan pada rakyat.

”Padahal ini pelanggaran hukum konstitusi yang penyelesaiannya harusnya di MK. Inilah kelemahan dari sistem yang ada. Hal ini seperti sengaja dilakukan, semua selalu diarahkan ke politik yang tidak membawa manfaat sama sekali buat rakyat."

"Apa pedulinya rakyat apakah satu partai ditendang atau dipertahankan dalam koalisi, apa manfaatnya buat rakyat koalisi itu? Ini kan hanya permainan politik untuk kekuasaan semata, kepentingan rakyat tidak pernah dipikirkan," tegasnya.

Asep menambahkan, pemerintahan SBY selalu mengingatkan partai-partai koalisi akan janjinya untuk setia pada koalisi, tapi pemerintahan ini pula yang selalu melupakan janjinya pada rakyat.

"Inilah salah satu kegagalan besar pemerintahan saat ini yang selalu mengingatkan kepada partner koalisinya untuk ingat janjinya, tapi tidak pernah mengingatkan diri sendiri yang telah berjanji pada rakyat,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved