Soal haji, Kemenag & Kemenkes harus berperan maksimal

Senin, 24 Juni 2013 - 21:32 WIB
Soal haji, Kemenag &...
Soal haji, Kemenag & Kemenkes harus berperan maksimal
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi VIII DPR, Amran mengatakan, DPR meminta data yang valid kepada pemerintah sebelum satu bulan berangkat haji. Data tersebut berisikan siapa saja jemaah haji yang berisiko tinggi dalam hal kesehatan, baik itu penyakit jantung, darah tinggi dan lainya.

"Walapun belum berumur 83 tahun ke atas, jika dia pikun atau mempunyai penyakit yang berisiko, maka jamaah tersebut tidak bisa berangkat," kata Amran, di Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menurutnya, pemerintah seharusnya melakukan pedampingan dan normalisasi kesehatan untuk para calon jamaah yang berisiko tersebut. Bukan malah membatalkan mereka untuk berangkat dan menunggu tahun depan.

Melihat waktu yang masih sekira dua bulan, pemerintah harus mampu mengakomodir dengan menormalkan kesehatan para calon jemaah yang berisiko. "Pemotongan yang mengorbankan banyak lansia dan orang sakit sangat tidak adil. Mereka menunggu lama dalam penantian dan kekecewaan karena kebijakan pemotongan tersebut," ujarnya.

Lanjut dia, ini merupakan tanggung jawab Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memaksimalkan perannya. Kebijakan lainya yang dibuat pemerintah yaitu menunda keberangkatan jemaah yang sudah pernah berangkat untuk ditunda.

"Jika yang pernah berangkat haji tidak masalah ditunda. Karena kewajiban pergi haji jika mampu hanya satu kali setelah itu sunnah," paparnya.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
Biaya Penyelenggaraan...
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2026 per Embarkasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved