Blunder jika SBY pertahankan 3 menteri PKS

Minggu, 23 Juni 2013 - 17:21 WIB
Blunder jika SBY pertahankan...
Blunder jika SBY pertahankan 3 menteri PKS
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap melakukan sebuah kesalahan besar apabila masih mempertahankan tiga menteri Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Padahal diyakini, SBY bakal mendepak PKS dari koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab).

"Itu blunder, memang cara itu akan membuat 3 menteri tersebut balik ke Demokrat? Tidak, menurut saya, terlambat dan buat apa dia ke Demokrat?" ungkap Kordinator Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti di Cikini, Jakarta, Minggu (23/6/2013).

Ray menambahkan, tidak ada untungnya jika menteri PKS bertahan, hingga Pemilu Legislatif selesai.

Bahkan, jika menyebrang ke Demokrat, ketiga menteri itu pun belum tentu diterima seutuhnya oleh internal partai besutan SBY itu.

"Kalau diasumsikan tiga menteri ini akan berpaling ke Demokrat itu sih kalkulasi politik yang menurut saya baru belajar berpolitik, jika sampai ketiganya beralih," tegasnya.

Menurut Ray, sebaiknya ketiga menteri tersebut kembali ke PKS, karena basis yang sudah lama dibangun oleh mereka ada di sana.
"Mau tidak mau harus kembali dan tidak bisa melawan PKS. Itu yang saya sebut sia-sia," sambungnya.

Alasan SBY masih menahan tiga menteri PKS, diakui Ray, karena akan digunakan sebagai jembatan ke partai Dakwah tersebut.

"Cuma kalau PKS tetap dikoalisi enggak enak. Makanya, kesalahan SBY luar biasa, PKS diusir tapi tiga menterinya dipertahankan," simpulnya.

Jika, PKS didepak dari koalisi, Ray khawatir partai yang kini dikomandoi oleh Anis Matta sudah tak mau lagi mau mendukung kebijakan SBY.

"PKS sudah menikmati sebagai oposisi terhadap SBY, sehingga tidak mau lagi dia balik," pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, PKS memiliki tiga kursi menteri, yakni Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri.
(lns)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved