Jangan jadikan Pemilu sakral

Minggu, 23 Juni 2013 - 12:50 WIB
Jangan jadikan Pemilu...
Jangan jadikan Pemilu sakral
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar menganggap proses Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai sebuah kegiatan politik yang normal di Indonesia. Sehingga, sebuah hal yang biasa saja dan jangan dianggap sakral.

Politisi Senior Golkar Mahadi Sinambela mengatakan, pihaknya tidak memiliki masalah dalam penyelenggaraan Pemilu. Bahkan, partai yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical) ini, siap jika pemilu diadakan besok.

"Kalau untuk Golkar enggak ada masalah. Mau Pemilu besok pagi juga siap. Artinya, Pemilu harus dipandang dari sebuh kegiatan politik yang normal," ungkap Mahadi dalam diskusi Forum Kajian Strategis, di Galery Kafe TIM, Cikini, Jakarta, Minggu (23/6/2013).

Dalam diskusi bertema, "Mewujudkan Pemilu 2014 yang Aman dan Demokratis," Mahadi meminta, penyelenggara pemilu belajar dari India dan Malaysia.

"Walau ada gejolak pemilu di sana, tapi tidak dipermasalahkan. Sebab, pemilu esensinya hanya merebut kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan," tegasnya.

"Mari kita sederhanakan, ini kan even kemanusian politik. Jadi, biasa-biasa saja. Kecuali jaman orde baru semua disiapkan, seperti aparat keamanan yang disiapkan," sambungnya berkelakar.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menyatakan, jangan jadikan Pemilu atau perebutan kekuasaan itu menjadi sakral atau tujuan yang harus dilakukan secara mati-matian.

"Kalau itu yang dijadikan, maka akan ada kerusuhan sosial. Pasti ada penyelewengan Pemilu, atau pengumpulan dana di luar porsi. Tujuannya, karena ingin mendapat kekuasaan," terang Mahadi.

Sehingga, tidak akan muncul kasus seperti kasus Bank Century, ini yang harus ditanamkan ke semua pimpinan partpol untuk merubah kultur parpol untuk membuat parpol sebagai partai rakyat.

"Dan tidak membuat partai ini sebagai pedagang sapi atau sebagainya," sindirnya.

Mahadi memprediksi pesta demokrasi 2014 yang bersifat terbuka, liberal, namun cenderung tertutup. "Tak jauh beda dengan 2009. Dan yang dikhawatirkan, orang akan sedikit yang datang ke TPS," tuntasnya.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved