PKS & SBY, di antara menunggu dengan ragu
Jum'at, 21 Juni 2013 - 04:31 WIB
PKS & SBY, di antara menunggu dengan ragu
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak akan berani mengeluarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab).
Seperti diketahui, PKS merupakan partai yang tergabung dalam koalisi, namun tidak sejalan dengan Setgab, terkait dengan penolakan PKS terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Keberanian SBY untuk keluarkan PKS dari koalisi masih diragukan. Yang terjadi saat ini adalah munculnya sikap saling menunggu, apakah SBY yang mengeluarkan PKS atau PKS sendiri yang keluar dari koalisi," kata Rizal, saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/6/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, begitu pun juga dengan PKS. Partai berlambang bulan sabit dan padi ini, juga tak mau keluar dari koalisi, tanpa ada perintah dari SBY. "Tentunya, PKS tidak akan mengambil langkah untuk keluar sendiri dari koalisi, PKS akan menunggu sikap tegas dari SBY untuk dikeluarkan dari koalisi," pungkasnya.
Sebelumnya, keberadaan PKS di Setgab partai koalisi pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan membuat suasana diskusi di dalam Setgab menjadi tak kondusif.
"Kita enggak kondusif dari dalam Setgab, kalau enggak dikeluarkan, kita enggak kondusif untuk berdiskusi," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, di DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 20 Juni 2013.
Alasan PKS membuat suasana diskusi di Setgab tak kondusif, karena sikap mereka yang tak sejalan dengan pemerintah. Soetan khawatir, apa yang disampaikan dalam setiap pertemuan Setgab justru akan dibeberkan ke publik oleh PKS. "Kalau kita rapat di Setgab bahas sesuatu, datang kawan PKS kita diam, karena takut nanti diomongin ke luar," cetusnya.
Seperti diketahui, PKS merupakan partai yang tergabung dalam koalisi, namun tidak sejalan dengan Setgab, terkait dengan penolakan PKS terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Keberanian SBY untuk keluarkan PKS dari koalisi masih diragukan. Yang terjadi saat ini adalah munculnya sikap saling menunggu, apakah SBY yang mengeluarkan PKS atau PKS sendiri yang keluar dari koalisi," kata Rizal, saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/6/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, begitu pun juga dengan PKS. Partai berlambang bulan sabit dan padi ini, juga tak mau keluar dari koalisi, tanpa ada perintah dari SBY. "Tentunya, PKS tidak akan mengambil langkah untuk keluar sendiri dari koalisi, PKS akan menunggu sikap tegas dari SBY untuk dikeluarkan dari koalisi," pungkasnya.
Sebelumnya, keberadaan PKS di Setgab partai koalisi pendukung Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan membuat suasana diskusi di dalam Setgab menjadi tak kondusif.
"Kita enggak kondusif dari dalam Setgab, kalau enggak dikeluarkan, kita enggak kondusif untuk berdiskusi," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, di DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 20 Juni 2013.
Alasan PKS membuat suasana diskusi di Setgab tak kondusif, karena sikap mereka yang tak sejalan dengan pemerintah. Soetan khawatir, apa yang disampaikan dalam setiap pertemuan Setgab justru akan dibeberkan ke publik oleh PKS. "Kalau kita rapat di Setgab bahas sesuatu, datang kawan PKS kita diam, karena takut nanti diomongin ke luar," cetusnya.
(maf)