Wajar saja APBN-P digugat

Kamis, 20 Juni 2013 - 06:00 WIB
Wajar saja APBN-P digugat
Wajar saja APBN-P digugat
A A A
Sindonews.com - UU Anggaran Pendapatan Belanna Negara Perubahan (APBN-P) 2013 berimplikasi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah harus siap menghadapinya.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Airlangga, Haryadi, kepada Sindonews, Kamis (20/6/2013). "Implikasinya seperti ini, maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah," ujar Haryadi.

Pemerintah harus siap dengan konsekuensi dari perubahan APBN, yakni mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), anggaran kompensasi atas kenaikan harga BBM bersubsidi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yang akan digugat ke MK dengan alasan bertentangan dengan UUD 1945.

"Wajar saja APBN-P digugat karena itu bagian dari hak warga negara, biarlah MK yang menilai bahwa keputusan itu sesuai UUD 1945," kata Haryadi.

Selain itu, dalam APBN-P 2013 ditengarai memuat pasal tentang kesepakatan politik berupa pengalokasian APBN-P yang dinilai menguntungkan Partai Golkar karena telah mendukung pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Niscaya kesan itu hal yang lumrah, mestinya menjadi porsi pemerintah untuk menjelaskan," kata Haryadi.

Sekadar informasi, DPR RI mengesahkan UU APBN-P 2013, dalam peraturan itu terdapat Pasal 9 ayat 1 mengenai alokasi dana bagi korban lumpur Lapindo.

Adapun isi pasal tersebut ialah, Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Sidoarjo, alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tahun anggaran 2013 dapat dipergunakan.

Dalam Pasal 9 Ayat 1 APBN 2013 poin (a) dijelaskan alokasi dana bantuan diperuntukan bagi pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak di tiga desa: Desa Besuki, Desa Kedungcangkring, dan Desa Pejarakan. Sementara dalam Pasal 2 tertulis Pagu paling tinggi sebesar Rp 155 miliar.
(lal)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved