PKS: Banyak celah gugat APBN-P

Rabu, 19 Juni 2013 - 19:28 WIB
PKS: Banyak celah gugat...
PKS: Banyak celah gugat APBN-P
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra menilai, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak akan memperlemah gugatan UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2013 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, kompensasi BLSM sebagai dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terdapat di dalam UU APBN-P tidak memenuhi unsur keadilan.

Karena kata dia, banyak buruh maupun petani yang sehari-hari bekerja namun berpenghasilan rendah belum tentu akan mendapatkan BLSM, sementara mereka tetap merasakan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kalau mau sama, mereka juga harusnya dapat BLSM, ini equal (adil)," kata Indra, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Menurutnya, banyak celah untuk mengajukan uji materi UU APBN-P Tahun 2013 ke MK, selain masalah pengurangan subsidi BBM.

"Pasal 8 celah, pasal 9 celah, sangat mungkin dicermati terkait lumpur Lapindo," cetusnya.

Ia pun menyarankan agar masyarakat yang merasa keberatan dengan UU tersebut untuk segera mengajukan ke MK, pasalnya, waktu yang dimiliki tidak lama.

"UU ini berlaku hingga tahun 2013, jadi makanya memang agak sulit mengejar waktunya tetapi ini bagian ikhtiar, makanya MK harus berikan prioritas," pungkasnya.

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis mengungkapkan bahwa ada celah untuk mengajukan UU APBN-P ke MK, namun tersandung dengan kompensasi BLSM yang membuat laporan itu menjadi lemah.

"Bila digunakan alasan pencabutan subsidi, saya pastikan permohonan judicial akan dianggap tidak beralasan, mengapa, karena ada BLSM itu yang secara hukum diberikan kepada orang miskin," katanya, kemarin.

"Konstitusi memerintah pemerintah memberi special treatmen kepada orang miskin, secara saya berpendapat jika dibawa ke MK pasti kalah," sambungnya.
(lal)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved