Pengamanan kenaikan BBM, Polri gandeng TNI & Pemda
Selasa, 18 Juni 2013 - 14:35 WIB
Pengamanan kenaikan BBM, Polri gandeng TNI & Pemda
A
A
A
Sindonews.com - DPR RI menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun 2013, salah satu pasalnya ialah mengenai pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Dengan begitu, maka BBM bersubsidi akan naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp4.500. Mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan di berbagai objek vital, Polri pun menggandeng TNI dan Pemda untuk membantu keamanan.
"Kita kerjasama dengan TNI dan Pemda masyarakat jangan sampai terganggu," kata Kepala Polri (Kapolri), Jenderal Pol Timur Pradopo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Tak hanya dengan TNI dan Pemda, Polri juga akan bekerjasama dengan Pertamina untuk memastikan ketersedian BBM nasional tidak terganggu.
"Kita juga dengan Pertamina untuk distribusi dan sebagainya, BBM kita juga tidak boleh terganggu. Kita mengizinkan adanya unjuk rasa tetapi biar semuanya aman tidak terganggu," terangnya.
Sebelumnya, DPR RI mengesahkan RAPBN-P Tahun 2013, dengan begitu BBM bersubsidi akan dinaikkan. Keputusan itu didapatkan melalui mekanisme voting, dengan hasil lima fraksi menyetujui dan empat lainnya menolak.
Dengan begitu, maka BBM bersubsidi akan naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp4.500. Mengantisipasi aksi yang tidak diinginkan di berbagai objek vital, Polri pun menggandeng TNI dan Pemda untuk membantu keamanan.
"Kita kerjasama dengan TNI dan Pemda masyarakat jangan sampai terganggu," kata Kepala Polri (Kapolri), Jenderal Pol Timur Pradopo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Tak hanya dengan TNI dan Pemda, Polri juga akan bekerjasama dengan Pertamina untuk memastikan ketersedian BBM nasional tidak terganggu.
"Kita juga dengan Pertamina untuk distribusi dan sebagainya, BBM kita juga tidak boleh terganggu. Kita mengizinkan adanya unjuk rasa tetapi biar semuanya aman tidak terganggu," terangnya.
Sebelumnya, DPR RI mengesahkan RAPBN-P Tahun 2013, dengan begitu BBM bersubsidi akan dinaikkan. Keputusan itu didapatkan melalui mekanisme voting, dengan hasil lima fraksi menyetujui dan empat lainnya menolak.
(kri)