Kurikulum 2013 terus mendapat kritikan

Senin, 17 Juni 2013 - 14:27 WIB
Kurikulum 2013 terus...
Kurikulum 2013 terus mendapat kritikan
A A A
Sindonews.com - Pelaksanaan Kurikulum 2013 masih menjadi pro dan kontra, terutama terkait dengan penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin, para guru tersebut tetap mendapat tempat beserta sertifikasinya yang masih melekat, tetap saja kurikulum tersebut ditentang.

Salah satu guru honorer mata pelajaran bahasa Inggris di Sukmaja, Depok, Ida mengaku, ia dan guru bahasa Inggris lainnya akan terkena dampak kurikulum 2013. Meski tetap mendapat tempat, namun menurut Ida, ia sudah cocok dengan bidangnya yakni mengajar bahasa Inggris selama 15 tahun.

"Kurikulum 2013 saya kena dampaknya, karena saya kan mengajar bahasa Inggris. Katanya saya akan ditempatkan jadi wali kelas, mengajar kelas kan harus bisa mengajar semua mata pelajaran, kebetulan saya sarjana mau enggak mau harus bisa," ungkapnya di Balai Kota Depok, Senin (17/6/2013).

Ida menilai, bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang dapat membangkitkan semangat generasi muda di tengah persaingan bangsa asing. Ia menilai bahasa Inggris penting diajarkan sejak dini, apalagi masih banyak siswa SD yang belum mengerti perbendaharaan kata serta berbicara bahasa Inggris.

"Katanya Kurikulum 2013 ditekankan pada budi pekerti, boleh saja, tetapi bahasa Inggris jangan dihapuskan, lalu katanya lebih banyak mengutamakan kebudayaan daerah. Apakah mau melamar kerja pakai bahasa Sunda, misalnya," tukasnya.

Ida mengaku heran dengan pola pikir pemerintah yang justru akan membuat generasi penerus bangsa di Indonesia tergeser dengan bangsa lain. Kurikulum 2013, kata Ida, menyakitkan bagi para guru honorer yang mengajar bahasa Inggris.

"Itu menyakitkan, kami menentang Kurikulum 2013. Masa kita mau ketinggalan zaman sih, apalagi guru TIK juga dihilangkan. Gimana sih pemikiran mereka. Yang jadi korban bukan hanya saya, tapi generasi penerus bangsa yang terancam jadi pesuruh dan generasi budak," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Selain Kurikulum Darurat,...
Selain Kurikulum Darurat, Kemendikbud Juga Siapkan Modul Khusus PAUD-SD
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, SD Islam Athirah 2 Raker Kurikulum Merdeka
Implementasi Kurikulum...
Implementasi Kurikulum Merdeka Dinilai akan Tingkatkan Skor PISA Indonesia
Dukung Kurikulum Merdeka,...
Dukung Kurikulum Merdeka, Sekolah dan Sektor Swasta Jalin Kolaborasi
Kemendikbudristek Tegaskan...
Kemendikbudristek Tegaskan Implementasi Kurikulum Merdeka tetap Berjalan Sesuai Rencana
Berita Terkini
Kejagung Periksa 9 Saksi...
Kejagung Periksa 9 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Resmikan Monumen Kudatuli,...
Resmikan Monumen Kudatuli, Megawati: Menggambarkan Kesabaran Revolusioner
Lantik 734 Perwira Prajurit...
Lantik 734 Perwira Prajurit Karier, Panglima TNI Tekankan Adaptasi Teknologi
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved