PKS keluar tak berpengaruh di koalisi

Jum'at, 14 Juni 2013 - 10:38 WIB
PKS keluar tak berpengaruh...
PKS keluar tak berpengaruh di koalisi
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menelantarkan kewenangannya sendiri untuk bisa menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurutnya, dengan sikap itu justru akhirnya dimanfaatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dianggapnya memiliki kepentingan untuk memperbaiki citra pasca kasus suap daging sapi impor yang menyeret mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

"Menurut saya SBY telah menyia-nyiakan kewenangan yang diberikan UU dalam hal penyesuaian harga BBM. Akibatnya sekarang situasi dimanfaatkan oleh PKS yang memang berkepentingn untuk memperbaiki citra akibat kasus yang menimpa mantan presidennya," kata Teguh saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6/2013).

Kendati demikian, andai sikap PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan memilih hengkang dari koalisi di Sekretariat Gabungan (Setgab), Teguh memperkirakan tidak akan mempengaruhi situasi di dalam koalisi.

"Dengan sisa waktu yang ada tinggal satu tahun menurut saya ada atau tidak PKS dikoalisi tidak akan berpengaruh secara signifikan," terangnya.

Dia juga mengatakan, saat ini masyarakat tengah menunggu kesabaran SBY sebagai pemimpin koalisi terhadap sikap PKS tersebut.

"Yang pasti publik lagi-lagi akan menilai seberapa batas kesabaran SBY terhadap PKS yang terang-terangan mbalelo terhadap sikap pemerintah koalisi," tuntasnya.

Sebelumnya, secara bulat PKS menolak kenaikan BBM bersubsidi yang kini tengah digodok pemerintah, keputusan ini merupakan hasil rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).

"Memutuskan bahwa sikap partai adalah menolak kenaikan BBM bersubsidi dan sikap ini adalah sikap karenanya final, karena telah diputuskan lembaga tertinggi di partai," kata Ketua DPP PKS, Hidayat Nur Wahid dalam konferensi pers nya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.
(lns)
Berita Terkait
3 Koalisi Partai Pendukung...
3 Koalisi Partai Pendukung Capres 2024, Koalisi Prabowo Terbesar
Mengapa PDIP dan Nasdem...
Mengapa PDIP dan Nasdem Tak Hadir dalam Silahturahmi Ramadan Bersama Presiden?
Soal Peluang KIB dan...
Soal Peluang KIB dan KKIR Melebur dalam Pemilu 2024, Jokowi: Cocok
Silaturahmi Partai Koalisi...
Silaturahmi Partai Koalisi Pemerintah
Partai Berkarya Sepakat...
Partai Berkarya Sepakat Ikut Koalisi Partai Nonparlemen
Ketum Projo Beri Sinyal...
Ketum Projo Beri Sinyal Dukung Pembentukan Koalisi Besar
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved