PKS keluar, SBY akan gandeng Gerindra?
Jum'at, 14 Juni 2013 - 06:31 WIB
PKS keluar, SBY akan gandeng Gerindra?
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Founding Fathers House (FFH) Dian Permata mengatakan, jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hengkang dari Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan merangkul Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk masuk ke dalam koalisi. Pasalnya, hubungan SBY dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto makin dekat saja.
"Jika menggunakan instrumen jumlah kursi di DPR, (SBY) akan menggandeng Gerindra serta memberikan salah satu kursi kabinet. Ini dilatarbelakangi makin mesranya Prabowo dengan SBY," kata pengamat politik Founding Fathers House (FFH) Dian Permata kepada Sindonews, Kamis (13/6/2013) malam.
Tidak hanya itu, Dian menilai, belakangan ini, partai yang didirikan oleh Prabowo mendukung setiap mkebijakan pemerintahan SBY.
Tetapi, dia menuturkan, jika menggunakan instrumen pengaruh dan bargaining politik bisa saja diserahkan ke Golkar. "Bisa juga komposisnya jadi dua untuk Golkar dan satu untuk Gerindra," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengatakan, kecemburuan sosial sudah diantisipasi oleh SBY. Karena, kata dia, tiga partai koalisi yang ada di dalam Setgab merupakan partai yang nurut dengan SBY. "Pasti ada kecemburuan. Tapi itu bisa ditebak. Lantaran sikap PPP, PAN, PKB adalah anak manis di Setgab," kata dia.
Sekadar diketahui, sikap berseberangan PKS terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi geram. Pasalnya, meski berseberangan dengan kebijakan pemerintah, partai itu belum juga menarik kedernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
"Jika menggunakan instrumen jumlah kursi di DPR, (SBY) akan menggandeng Gerindra serta memberikan salah satu kursi kabinet. Ini dilatarbelakangi makin mesranya Prabowo dengan SBY," kata pengamat politik Founding Fathers House (FFH) Dian Permata kepada Sindonews, Kamis (13/6/2013) malam.
Tidak hanya itu, Dian menilai, belakangan ini, partai yang didirikan oleh Prabowo mendukung setiap mkebijakan pemerintahan SBY.
Tetapi, dia menuturkan, jika menggunakan instrumen pengaruh dan bargaining politik bisa saja diserahkan ke Golkar. "Bisa juga komposisnya jadi dua untuk Golkar dan satu untuk Gerindra," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengatakan, kecemburuan sosial sudah diantisipasi oleh SBY. Karena, kata dia, tiga partai koalisi yang ada di dalam Setgab merupakan partai yang nurut dengan SBY. "Pasti ada kecemburuan. Tapi itu bisa ditebak. Lantaran sikap PPP, PAN, PKB adalah anak manis di Setgab," kata dia.
Sekadar diketahui, sikap berseberangan PKS terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi geram. Pasalnya, meski berseberangan dengan kebijakan pemerintah, partai itu belum juga menarik kedernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
(mhd)