Golkar untung jika PKS dikeluarkan dari koalisi

Kamis, 13 Juni 2013 - 06:16 WIB
Golkar untung jika PKS...
Golkar untung jika PKS dikeluarkan dari koalisi
A A A
Sindonews.com - Jika benar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jadi dikeluarkan dari koalisi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab), tentunya ini akan memberikan keuntungan bagi Partai Golkar.

Pernyataan tersebut dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto. Menurutnya, posisi tawar Golkar di Setgab akan menjadi tinggi.

"Hal ini bisa memberikan tekanan politik yang kuat kepada Pemerintahan SBY, karena bandul politiknya ada di Golkar," ucap Sugiyanto saat dihubungi Sindonews, Kamis (13/6/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, Golkar bisa menjadi kekuatan politik tunggal di Setgab jika PKS keluar dari Setgab. "Artinya, jika ada suatu permintaan politik Golkar tak dipenuhi oleh SBY, maka bisa saja Golkar akan memainkan perannya untuk mengancam Pemerintahan SBY dengan manuvernya," ungkapnya.

"Karena hanya Golkar yang memiliki keunggulan di dalam koalisi, jika saja benar PKS benar dikeluarkan dari koalisi dan Golkar bisa mempunyai daya tekan yang sangat kuat. Karena kita tahu, Golkar memiliku sejarah panjang dalam politik Indonesia dan dia (Golkar) sudah berpengalaman," pungkasnya.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah mengaku mendapatkan bocoran, bahwa PKS telah dikeluarkan dari koalisi di Setgab. Menurut Fahri, informasi itu didapatkan dari salah seorang menteri dari PKS melalui sumber dari istana pada pertengahan pekan lalu.

"Apa yang terjadi dalam pekan-pekan ini. Jadi memang pertengahan pekan lalu, seseorang dari pihak istana sudah memberitahukan kepada salah seorang menteri PKS bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi atau Setgab," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu 12 Juni 2013.

Masih dari bocoran itu, lanjut Fahri, Presiden SBY akan mengirimkan surat resmi pemberhentian PKS dari koalisi. "Presiden SBY akan menulis surat secara resmi kepada partai tentang pemberitahuan itu. Itu kira-kira pertengahan pekan lalu," tukasnya.

"Mereka janjinya kasih suratnya hari Sabtu. Nah sampai hari Senin malam, surat itu kami tidak terima," sambungnya.
(maf)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
PKS Nilai Survei Kepercayaan...
PKS Nilai Survei Kepercayaan Publik ke Pemerintah Menurun Harus Jadi Alarm
Berita Terkini
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Calon Manajer Kopdes...
Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved