BNPT klaim jaringan teroris Makassar & Poso punya keterkaitan
Senin, 10 Juni 2013 - 20:33 WIB
BNPT klaim jaringan teroris Makassar & Poso punya keterkaitan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan, adanya keterkaitan dari penangkapan terhadap teroris yang ditangkap pihak kepolisian di Makassar, Sulawesi Selatan dan Poso, Sulawesi Tengah, pada Sabtu 8 Juni 2013 lalu.
"Makassar dan Poso itu sama satu jaringan," kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai di sela-sela rapat dengar pendapat umum BNPT dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013).
Polisi menangkap dua terduga teroris di Makassar dan Poso. Mereka diduga terkait kelompok teror di Poso, yakni jaringan buronan teroris Santoso. Terduga teroris itu adalah Fatih alias Umar Farouk (25) di Makassar, dan Musab alias Amir alias Umar alias Madinah (27) di Poso.
Ansyaad menenggarai, jaringan ini masih banyak tersebar di daerah tersebut. "Ya masih banyak di sana, ada yang di luar Poso, semua terkait satu jaringan, itu sedang dikejar terus," ungkapnya.
Selain itu, Ansyaad juga menduga menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, akan banyak kejahatan terorisme. "Ya memang harus diwaspadai karena mereka kan politik gerakannya, pemilu kan politik," pungkasnya.
"Makassar dan Poso itu sama satu jaringan," kata Kepala BNPT Ansyaad Mbai di sela-sela rapat dengar pendapat umum BNPT dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013).
Polisi menangkap dua terduga teroris di Makassar dan Poso. Mereka diduga terkait kelompok teror di Poso, yakni jaringan buronan teroris Santoso. Terduga teroris itu adalah Fatih alias Umar Farouk (25) di Makassar, dan Musab alias Amir alias Umar alias Madinah (27) di Poso.
Ansyaad menenggarai, jaringan ini masih banyak tersebar di daerah tersebut. "Ya masih banyak di sana, ada yang di luar Poso, semua terkait satu jaringan, itu sedang dikejar terus," ungkapnya.
Selain itu, Ansyaad juga menduga menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, akan banyak kejahatan terorisme. "Ya memang harus diwaspadai karena mereka kan politik gerakannya, pemilu kan politik," pungkasnya.
(maf)