Absen rapat Setgab, Ruhut sebut PKS tak macho
Rabu, 05 Juni 2013 - 10:56 WIB
Absen rapat Setgab, Ruhut sebut PKS tak macho
A
A
A
Sindonews.com - Ketidakhadiran pihak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di rumah dinas Wakil Presiden (Wapres) Boediono, mendapat kritikan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
"Kita sudah tahu kan, PKS kan enggak macho, enggak gentleman, ya sudahlah," ujar Ruhut saat ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).
Ruhut pun menilai sikap PKS menolak kenaikan harga BBM sebagai bentuk pencitraan untuk meraih simpati rakyat di Pemilu 2014 mendatang. "Kalo saya sudah malas lihat PKS, sudah kebal kelakuannya begitu. PKS itu KKO ( kanan kiri oke)," tuturnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, meski diundang, PKS tidak menghadiri rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) untuk membahas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "PKS tidak hadir," ujar Juru Bicara Wakil Presiden RI, Yopie Hidayat melalui pesan singkatnya, Selasa 4 Juni 2013 malam.
Yopie menjelaskan beberapa elit partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) yang hadir diantaranya yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, dan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical).
Hadir pula Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali (SDA), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, serta beberapa elit parpol lainnya.
Sementara itu, pihak PKS memiliki alasan mengapa tidak ada satupun perwakilannya menghadiri rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.15 WIB itu.
"Undangan untuk ketua fraksi di batalkan, yang diundang Ketua Umum Partai," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Selasa 4 Juni 2013 malam.
Sedangan Ketum PKS yakni Presiden PKS Anis Matta, sedang di Jombang, Jawa Timur.
"Awalnya kami dari pimpinan fraksi mau hadir. Karena ada pembatalan dari protokol persidangan Wapres, bahwa yang semula diundang adalah Ketua Fraksi, menjadi ketua umum partai," tuturnya.
‎Karenya, Ketua Fraksi PKS batal hadir.
"Kita sudah tahu kan, PKS kan enggak macho, enggak gentleman, ya sudahlah," ujar Ruhut saat ditemui di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).
Ruhut pun menilai sikap PKS menolak kenaikan harga BBM sebagai bentuk pencitraan untuk meraih simpati rakyat di Pemilu 2014 mendatang. "Kalo saya sudah malas lihat PKS, sudah kebal kelakuannya begitu. PKS itu KKO ( kanan kiri oke)," tuturnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, meski diundang, PKS tidak menghadiri rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) untuk membahas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). "PKS tidak hadir," ujar Juru Bicara Wakil Presiden RI, Yopie Hidayat melalui pesan singkatnya, Selasa 4 Juni 2013 malam.
Yopie menjelaskan beberapa elit partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) yang hadir diantaranya yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, dan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical).
Hadir pula Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali (SDA), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, serta beberapa elit parpol lainnya.
Sementara itu, pihak PKS memiliki alasan mengapa tidak ada satupun perwakilannya menghadiri rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.15 WIB itu.
"Undangan untuk ketua fraksi di batalkan, yang diundang Ketua Umum Partai," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Selasa 4 Juni 2013 malam.
Sedangan Ketum PKS yakni Presiden PKS Anis Matta, sedang di Jombang, Jawa Timur.
"Awalnya kami dari pimpinan fraksi mau hadir. Karena ada pembatalan dari protokol persidangan Wapres, bahwa yang semula diundang adalah Ketua Fraksi, menjadi ketua umum partai," tuturnya.
‎Karenya, Ketua Fraksi PKS batal hadir.
(lns)