Hibah alutsista dari negara asing hanya untungkan calo

Selasa, 04 Juni 2013 - 09:10 WIB
Hibah alutsista dari...
Hibah alutsista dari negara asing hanya untungkan calo
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyatakan, saatnya pemerintah tidak langsung menerima hibah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dari negara asing.

Sebab, alutsista yang selama ini diberikan oleh negara asing tergolong tua dan membutuhkan biaya perawatan yang sangat tinggi.

Pernyataan TB Hasanuddin ini sekaligus menanggapi apa yang pernah disampaikan Juru Bicara TNI AU Kolonel Bambang Supriyadi di sebuah media massa nasional. Bambang mencurigai hibah-hibah alutsista dari negara asing selama ini.

"Sejak awal komisi satu saudah mengkritisi masalah hibah-hibah aneh ini,"tukas TB Hasanddin, Selasa (4/5/2013).

Dia menjelaskan, pada 2011 sesuai dengan renstra TNI akan membeli enam unit F16 Blok 52 yang merupakan unit tercanggih dan terbaru seharga USD600 juta.

"Tapi kemudian pemerintah cq Kasau saat itu tiba-tiba memutuskan menerima hibah pesawat pesawat F16 (bekas US National Guard) yang sudah teronggok di Gurun Arizona sebanyak 24 unit. TNI kemudian harus mmbayar lebih dari USD700 juta untuk meretrofit, memperbaikinya dan membawanya dan tetap dalam standar pesawat tua, Blok 25 dan Blok 32," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Dari jumlah memang bertambah alutsista yang dimiliki bangsa ini, tapi lanjut TB Hasanuddin, dari efek daya tanggal terhadap sistem pertahanan udara, hampir tidak ada artinya.

"Sebab, negara-negara sekitar kita pun sudah mau menggrounded kan pesawat-pesawat tua itu," tukas pensiunan jenderal bintang tiga ini.

Lanjutnya, pada tahun 1991 TNI AL juga pernah menerima puluhan kapal ex Jerman Timur. Tapi negara saat itu harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. Bahkan sekarang kapal-kapal itu menjadi beban pemeliharaan selamanya. Sedangkan kapal-kapal tersebut sudah tidak efisien dan tak efektif lagi untuk digunakan.

"Kedepan pemerintah dan DPR harus duduk bersama membuat definisi yang benar. Apa itu hibah? Agar hibah benar-benar hibah murni, tak ada motif politik negara lain sifatnya mengikgat, apalagi hanya menguntungkan calo,"tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved