Sikap PKS menentang BBM jadi satu pelajaran
Senin, 03 Juni 2013 - 14:04 WIB
Sikap PKS menentang BBM jadi satu pelajaran
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana menjadikan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai satu pelajaran.
Pasalnya, partai besutan Anis Matta itu tak sejalan dengan pemerintah terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan, PKS memasang spanduk menentang kebijakan pemerintah itu.
"Ini pelajaran, kalau koalisi harus kokoh kalau tidak efektif jadi kayak begini," kata Sutan saat dihubungi wartawan, Senin (3/5/2013).
Dia menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini belum mengambil keputusan atas sikap PKS itu.
"Begini SBY kan penyuka dan penuh kehati-hatianan, jangankan rangkul PKS, luar koalisi pun sering untuk bereskan masalah bersama sama-sama duduk tetapi ada yang setuju ada yang tidak, yang repot adalah koalisi yang nantang dari laur dari dalam," tegasnya.
Sebelumnya, Sutan juga mengatakan bahwa beredarnya spanduk anti kenaikan BBM bersubsidi yang berlabel PKS merupakan bentuk perlawanan kepada pemerintah, khususnya sebagai partai koalisi.
"Tapi ini sudah mengkampanyekan merupakan bentuk perlawan pemerintah yang notebene merka bagian dari pemerintah," katanya.
"Ini koalisi basa basi enaknya mau anaknya gak mau, jadi sudah mainkan anak orang tapi nongol anak dia nggak mau," sambungnya.
Pasalnya, partai besutan Anis Matta itu tak sejalan dengan pemerintah terkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan, PKS memasang spanduk menentang kebijakan pemerintah itu.
"Ini pelajaran, kalau koalisi harus kokoh kalau tidak efektif jadi kayak begini," kata Sutan saat dihubungi wartawan, Senin (3/5/2013).
Dia menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini belum mengambil keputusan atas sikap PKS itu.
"Begini SBY kan penyuka dan penuh kehati-hatianan, jangankan rangkul PKS, luar koalisi pun sering untuk bereskan masalah bersama sama-sama duduk tetapi ada yang setuju ada yang tidak, yang repot adalah koalisi yang nantang dari laur dari dalam," tegasnya.
Sebelumnya, Sutan juga mengatakan bahwa beredarnya spanduk anti kenaikan BBM bersubsidi yang berlabel PKS merupakan bentuk perlawanan kepada pemerintah, khususnya sebagai partai koalisi.
"Tapi ini sudah mengkampanyekan merupakan bentuk perlawan pemerintah yang notebene merka bagian dari pemerintah," katanya.
"Ini koalisi basa basi enaknya mau anaknya gak mau, jadi sudah mainkan anak orang tapi nongol anak dia nggak mau," sambungnya.
(lns)