KPK dinilai berubah usai meriksa Sri Mulyani di AS
Kamis, 30 Mei 2013 - 19:47 WIB
KPK dinilai berubah usai meriksa Sri Mulyani di AS
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century DPR Ahmad Yani menilai, ada perubahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
"Enggak tahu, karena setelah ketemu Sri Mulyani, tahu-tahu seperti ini. Saya dapat info ada yang ingin mereduksi perilaku orang-perorang, kita mau tanya," kata Yani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun meyakini, alasan Abraham Samad cs tidak menghadiri rapat dengan Timwas tak masuk akal. Karena, kalaupun pada pertemuan dibahas mengenai penegakan hukum, KPK bisa menolak untuk menjawabnya.
"Dibuat-buat, terlalu mengada-ada. Toh kalau sudah masuk dalam pokok perkara, bisa langsung bilang kami tidak bisa jawab. Kemarin-kemarin kan bisa, kenapa sekarang enggak bisa," cetusnya.
"Saat diundang rapat Timwas, KPK bilang sibuk terus, tapi untuk rapat anggaran dia datang," sambungnya.
Yani juga mendukung, langkah tegas terkait upaya pemanggilan paksa yang dilakukan Timwas jika lembaga antikorupsi itu kembali mangkir dari rapat yang dijadwalkan pada 5 Juni 2013 mendatang. "Tinggal kesadaran, kalau sampai tiga kali enggak datang, ya terpaksa (panggil paksa)," tuntasnya.
"Enggak tahu, karena setelah ketemu Sri Mulyani, tahu-tahu seperti ini. Saya dapat info ada yang ingin mereduksi perilaku orang-perorang, kita mau tanya," kata Yani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun meyakini, alasan Abraham Samad cs tidak menghadiri rapat dengan Timwas tak masuk akal. Karena, kalaupun pada pertemuan dibahas mengenai penegakan hukum, KPK bisa menolak untuk menjawabnya.
"Dibuat-buat, terlalu mengada-ada. Toh kalau sudah masuk dalam pokok perkara, bisa langsung bilang kami tidak bisa jawab. Kemarin-kemarin kan bisa, kenapa sekarang enggak bisa," cetusnya.
"Saat diundang rapat Timwas, KPK bilang sibuk terus, tapi untuk rapat anggaran dia datang," sambungnya.
Yani juga mendukung, langkah tegas terkait upaya pemanggilan paksa yang dilakukan Timwas jika lembaga antikorupsi itu kembali mangkir dari rapat yang dijadwalkan pada 5 Juni 2013 mendatang. "Tinggal kesadaran, kalau sampai tiga kali enggak datang, ya terpaksa (panggil paksa)," tuntasnya.
(mhd)