Kurang bekal, 24 mahasiswa UGM dapat bantuan dari seniman

Rabu, 29 Mei 2013 - 21:42 WIB
Kurang bekal, 24 mahasiswa...
Kurang bekal, 24 mahasiswa UGM dapat bantuan dari seniman
A A A
Sindonews.com - Momentum perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak bukan hanya dilakukan oleh penganut Buddha di Indonesia. Namun, hari suci yang dirayakan itu juga menjadi media bagi para seniman untuk mengkolerasikan karyanya dengan perjuangan nyata.

Seperti yang dilakukan oleh seniman lukis dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta lewat pameran lukisan bertajuk Rupa Waisak Dharma Gama di Hotel Pondok Tingal Borobudur, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang memamerkan sekira 60 lukisan dari 40 pelukis itu untuk membantu dunia pendidikan Indonesia.

Ketua Pelaksana Pameran Godod Sutejo mengatakan, pameran lukisan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian seniman terhadap 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan kuliah kerja nyata (KKN) di Papua, Juli mendatang.

"Ada sekitar 24 mahasiswa UGM dari berbagai fakultas akan menjalani KKN di Papua. Namun bekal mereka kurang (dana) hampir 50 persen," katanya di Hotel Pondok Tingal, Jalan Balaputradewa 32 Borobudur, Magelang, Yogyakarta, Rabu (29/5/2013).

Daerah yang akan menjadi lokasi KKN cukup jauh, sehingga menelan total biaya sekira Rp700 juta, saat ini 24 mahasiswa itu baru mengumpulkan dana Rp400 juta.

Menurutnya, tidak salah jika momen Waisak menjadi media 'ngamen' untuk menutup sisa kekurangan bekal tersebut. "Memang, sudah direncanakan 50 persen hasil penjualan akan disumbangkan kepada 24 mahasiswa itu," paparnya.

Pameran kali ini, imbuhnya, pertama kali dilakukan di Joglo Prumpung, Sleman, Yogyakarta yang merupakan milih mantan rektor UGM, Shofyan Efendi pada 26 Mei 2013.

"Ada beberapa lukisan yang terjual, dan kita sudah mengantongi Rp5.000.000 untuk tambahan bekal. Saat itu, pameran hanya dilakukan satu hari," terangnya.

Sementara, pameran yang di Hotel PondoK Tingal belum satupun lukisan yang terjual. Dia berharap, selama pameran yakni 23 Mei - 11 Juni 2013 mampu mengundang kolektor lukisan.

"Rencananya akan kami perpanjang hingga pelaksanaan Borobudur Festival 16 Juni. Sekalian ada momen menarik," tuturnya.

Mengenai harga lukisan godod mengaku beragam sesuai ukuran dan artistik yang terkandung dalam karya yang dipamerkan. "Dari harga Rp1.000.000 hingga Rp20.000.000," ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPMOUGM Koentjoro Soeparno menyampaikan, pihaknya bangga dengan adanya sinergitas para seniman dengan mahasiswa. "Ini merupakan apresiasi yang patut diteladani," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
2 Artis Hollywood Berdarah...
2 Artis Hollywood Berdarah Palestina Dapat Teror dari Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved