47 kasus LGBTI, banyak dilakukan oleh negara

Selasa, 28 Mei 2013 - 21:19 WIB
47 kasus LGBTI, banyak...
47 kasus LGBTI, banyak dilakukan oleh negara
A A A
Sindonews.com - Forum HAM LGBTIQ secara nasional melaporkan terdapat 47 kasus LGBTI (Gay, Bisexual, Trangender fan Intersex) yang dilakukan oleh aparat pemerintah, keluarga, lingkungan keseharianya yang bersedia untuk ditindak lanjuti.

Ketua Divisi Advokasi dan HAM Gaya Nusantara Kanis Suviati mengatakan, sepanjang dua tahun terakhir banyaknya kasus yang masuk ke dalam dokumentasi LGBTIQ hanya sedikit yang mau dilanjutkan kasusnya. Baik itu kasus lesbian, gay, waria dan bisexual.

"47 kasus itu yang dapat kami lanjutkan, namun banyak diantara mereka tidak ingin kasusnya diketahui banyak orang," katanya saat ditemui di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Menurutnya, banyak diantara mereka yang takut untuk melanjutkan kekerasan atau deiskriminasi yang telah diterimanya. Karena tidak adanya keamanan yang diberikan pemerintah melalui UU yang seharusnya mereka terima.

Dominan dalam kasus yang dilaporkan dialami oleh para waria. Setelah itu lesbian, guy dan hypersex. "Kekerasan yang paling menonjol dari semua katagori ialah dari pengalaman yang mengalami kekerasan yang luar biasa. Setelah itu inter sex yang masuk ke dalam kasus diskriminasi," ujarnya.

Kanis melanjutkan, deskriminasi yang banyak diterima oleh waria adalah tindakan Satuan polisi Pamong Praja (Sapol PP) saat melakukan razia banyak diantara mereka yang meminta untuk di oral oleh para waria.

Selain itu, dia menambahkan, tempat-tempat diskriminasi yang banyak diterima oleh LGBTI seperti tempat pendidikan, tempat kerja, keluarga dan tetangga rumah.

"Banyak kasus waria demikian di Yogyakarta. Dipastikan tidak hanya di sana namun, rasa ketidak percayaan diri yang membuat mereka enggan bercerita," kata nya.

Selain aparat keamanan, para waria juga banyak diprotes oleh organisasi berbasis massa sehingga membuat mereka merasa terkuncil.
(mhd)
Berita Terkait
Viral, Pria Penderita...
Viral, Pria Penderita Kelainan Kulit yang Dikucilkan Dikunjungi Gubernur Sulbar
Tips Anti-iri saat Lihat...
Tips Anti-iri saat Lihat Orang Flexing di Medsos
Aksi Sosial Solo Cycling...
Aksi Sosial Solo Cycling untuk Dukung Penyintas Penyakit Langka CdLS
Viral! Wanita Idap Penyakit...
Viral! Wanita Idap Penyakit Langka, Bisa Meninggal Jika Makan Nasi
Cara Mengatasi Toxic,...
Cara Mengatasi Toxic, Penyakit Sosial yang Kini Mengemuka di Kalangan Milenial
Kemensos Bahas Rencana...
Kemensos Bahas Rencana Pengidap TBC Jadi Komponen Penerima Bansos
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved