Timwas masih tunggu informasi terbaru dari KPK
Selasa, 28 Mei 2013 - 12:42 WIB
Timwas masih tunggu informasi terbaru dari KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani di Amerika Serikat untuk mengembangkan kelanjutan bailout Bank Century.
Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Achsanul Qosasi mendukung langkah KPK yang jika memang telah menemukan informasi baru terkait kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu. Ia berharap kasus ini bisa selesai pada akhir Desember 2013.
"Kita harus bedakan antara apa yang kita cari dengan apa yang sudah kita dapat. Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani keduanya sudah kita panggil dalam rapat Timwas dan menjelaskan tentang rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan FSSK (Forum Stabilitas Sistem Keuangan)," kata Achsanul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,Selasa (28/5/2013).
"Sehingga menurut pendapat saya apabila ada info-info baru dari Bu Sri Mulyani. Dan untuk kepentingan Bank Century ini, Demokrat akan pasti mendukung dan kita akan senang apabila bisa dituntaskan dalam tahun 2013 ini," sambungnya.
Dikatakan dia, untuk saat ini informasi yang masih diperoleh Timwas dari hasil pemanggilan Sri Mulyani adalah tanggungjawabnya dalam pemberian dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).
"Informasi dari Bu Sri Mulyani tetap seperti apa yang kita terima saat beliau dipanggil. Bu Sri Mulyani bertanggung jawab terhadap terhadap FPJP," terangnya.
Achsanul pun menyampaikan bahwa pihaknya juga masih menunggu informasi apakah ada pembicaraan khusus dalam rapat FSSK dan lainnya. Ia pun meminta agar KPK melaporkannya ke Komisi XI.
"Hasil pemeriksaan Bu Sri Mulyani oleh KPK kemarin akan dilaporkan ke Komisi XI. Kita ingin tahu, jangan sampai seperti sebelumnya beritanya dahsyat tapi isinya enggak ada," tuntasnya.
Anggota Timwas Century dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Achsanul Qosasi mendukung langkah KPK yang jika memang telah menemukan informasi baru terkait kasus yang merugikan negara hingga Rp6,7 triliun itu. Ia berharap kasus ini bisa selesai pada akhir Desember 2013.
"Kita harus bedakan antara apa yang kita cari dengan apa yang sudah kita dapat. Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani keduanya sudah kita panggil dalam rapat Timwas dan menjelaskan tentang rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan FSSK (Forum Stabilitas Sistem Keuangan)," kata Achsanul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,Selasa (28/5/2013).
"Sehingga menurut pendapat saya apabila ada info-info baru dari Bu Sri Mulyani. Dan untuk kepentingan Bank Century ini, Demokrat akan pasti mendukung dan kita akan senang apabila bisa dituntaskan dalam tahun 2013 ini," sambungnya.
Dikatakan dia, untuk saat ini informasi yang masih diperoleh Timwas dari hasil pemanggilan Sri Mulyani adalah tanggungjawabnya dalam pemberian dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).
"Informasi dari Bu Sri Mulyani tetap seperti apa yang kita terima saat beliau dipanggil. Bu Sri Mulyani bertanggung jawab terhadap terhadap FPJP," terangnya.
Achsanul pun menyampaikan bahwa pihaknya juga masih menunggu informasi apakah ada pembicaraan khusus dalam rapat FSSK dan lainnya. Ia pun meminta agar KPK melaporkannya ke Komisi XI.
"Hasil pemeriksaan Bu Sri Mulyani oleh KPK kemarin akan dilaporkan ke Komisi XI. Kita ingin tahu, jangan sampai seperti sebelumnya beritanya dahsyat tapi isinya enggak ada," tuntasnya.
(kri)