Bacaleg ganda, karena tim administrasi partai tak teliti
Minggu, 28 April 2013 - 16:59 WIB
Bacaleg ganda, karena tim administrasi partai tak teliti
A
A
A
Sindonews.com - Proses administrasi secara manual menyebabkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) menjadi double. Bahkan, kemanualan itu juga yang membuat lelet ditambah tim administrasi yang ada di partai politik (parpol) tidak teliti.
"Tim administrasi partai, hanya melengakapi administrasi tanpa melakukan cek dan verifikasi lagi. Karena mereka tahu, bahwa KPU nanti yang akan menemukan bacaleg ganda ini. Jadi, orang partai tidak mau capai urusin administarasi, yang penting administarsi selesai," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi kepada Sindonews, Minggu (28/4/2013).
Selain itu, kata dia, bacaleg lagi cari untung-untungan untuk mengantisipasi tidak diterima pada daerah pemilihan (dapil) tertentu, dan mencari nomor urut atas.
"Misalnya, kalau tidak diterima di dapil yang satu, maka bisa memasuki dapil lainnya. Kalau tidak diterima pada dapil DPR, atau nomor urutnya sepatu lagi, maka lebih baik daftar juga untuk dapil DPRD yang penting nomor urut paling atas," terangnya.
Maka itu, dia menuturkan, bacaleg akan menyerahkan berkasnya secara bersamaan kepada partai tingkat pusat, dan tingkar daerah yang tidak melakukan komunikasi secara intensif untuk. "Partai tersebut tidak ada koordinasi untuk verifikasi administrasi itu," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan beberapa nama bacaleg ganda. Tidak hanya dalam partai, tetapi di dapil juga ada yang sama.
"Tim administrasi partai, hanya melengakapi administrasi tanpa melakukan cek dan verifikasi lagi. Karena mereka tahu, bahwa KPU nanti yang akan menemukan bacaleg ganda ini. Jadi, orang partai tidak mau capai urusin administarasi, yang penting administarsi selesai," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi kepada Sindonews, Minggu (28/4/2013).
Selain itu, kata dia, bacaleg lagi cari untung-untungan untuk mengantisipasi tidak diterima pada daerah pemilihan (dapil) tertentu, dan mencari nomor urut atas.
"Misalnya, kalau tidak diterima di dapil yang satu, maka bisa memasuki dapil lainnya. Kalau tidak diterima pada dapil DPR, atau nomor urutnya sepatu lagi, maka lebih baik daftar juga untuk dapil DPRD yang penting nomor urut paling atas," terangnya.
Maka itu, dia menuturkan, bacaleg akan menyerahkan berkasnya secara bersamaan kepada partai tingkat pusat, dan tingkar daerah yang tidak melakukan komunikasi secara intensif untuk. "Partai tersebut tidak ada koordinasi untuk verifikasi administrasi itu," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan beberapa nama bacaleg ganda. Tidak hanya dalam partai, tetapi di dapil juga ada yang sama.
(mhd)