Konvensi Demokrat dianggap tak masuk akal

Rabu, 24 April 2013 - 19:52 WIB
Konvensi Demokrat dianggap...
Konvensi Demokrat dianggap tak masuk akal
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat berwacana akan melaksanakan konvensi untuk menjaring calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

Pengamat politik Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia (Lima) mengatakan, konvensi yang akan dilakukan Partai Demokrat itu sangat tidak masuk akal. Dia menilai, partai tersebut sudah melecehkan etika dalam berdemokrasi.

Maka dari itu, dia menyesalkan apa yang terjadi di internal partai dengan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Saya agak bagaimana kalau mendiskusikan partai yang seperti ini. Partai yang tidak masuk akal sehat. Tiba-tiba mereka membicarakan konvensi," ujar Ray di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013).

Dia menjelaskan, sebuah konvensi adalah suatu bentuk idealitas demokrasi. Namun, kata dia, bagaimana bisa berbicara demokrasi, jika posisi Ketua Umum (Ketum) dan Ketua Majelis Tinggi Partai dijabat oleh SBY.

Bahkan, ujar Ray, posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) dijabat oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang merupakan anak kandung SBY. "Kalau SBY mau bicara demokrasi yang ideal, SBY cukup jadi Ketum. Lebih bagus lagi kalau jabatan Ketum ini diberikan pada orang lain, SBY konsentrasi di presiden. Ini sudah melecehkan rasionalitas, melecehkan akal sehat, melecehkan etika demokrasi," tuturnya.

Lebih lanjut Ray menjelaskan, dalam berpartai, setiap orang itu semestinya saling bertukar gagasan. Setiap orang atau kader partai memiliki potensi yang sama untuk duduk di jabatan yang sama. Masing-masing kader pun seharusnya dibatasi kewenangan dan kekuasaannya.

"Yang disebut berpartai, kita sepakat bersatu untuk tujuan besar kita tentang bangsa. Apa yang keluar dari Demokrat sekarang itu bagi saya sudah enggak menarik. Tidak perlu kita sekolah tinggi untuk menganalisis kejadian seperti di internal Demokrat itu," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Di Sidang Paripurna,...
Di Sidang Paripurna, Ketua Komisi III Puji Listyo Sigit Prabowo Salah Satu Kapolri Terbaik
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved