Untuk efisiensi, sejumlah kementerian bisa disatukan

Selasa, 23 April 2013 - 09:02 WIB
Untuk efisiensi, sejumlah...
Untuk efisiensi, sejumlah kementerian bisa disatukan
A A A
Sindonews.com - Komisi II DPR pernah membahas mengenai reformasi dan perampingan birokrasi, dengan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar, supaya kementerian lebih efisien.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Abdul Hakam Naja mengaku mengapresiasi gagasan yang disampaikan oleh Menpan dan RB. Karena menurut penilaiannya, banyak kementerian yang memiliki fungsi berdekatan dan bisa disatukan, sehingga mengurangi beban anggaran.

"Beberapa kementrian bisa digabung yang fungsinya berdekatan," ucap Hakam saat dihubungi wartawan, Selasa (23/4/2013).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, beberapa kementerian yang bisa digabung, seperti Kementerian Perindustrian bisa disatukan dengan Kementrian Perdagangan. Kemudian Kementerian Koperasi dan UKM bisa digabung dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.

"Pekerjaannya lebih efisien, sehingga menjadi sinergi, bagaimana fungsi itu menjadi optimal. Tidak terlalu terkotak kecil sehigga kesulitan kordinasi," katanya.

Hakam membandingkan dengan negara lain seperti Jepang, kementeriannya kurang dari 20 kementerian, tapi masih bisa efektif. "Di Jepang, Kementerian Perdagangan dan Industri dijadikan satu," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah segera melakukan audit perampingan birokrasi di 11 kementerian dan dua badan. Audit dimaksudkan untuk mengecek sampai sejauh mana tingkat kesehatan dari masing-masing kementerian/lembaga (K/L).

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Sesmenpan dan RB) Tasdik Kinanto mengatakan, 11 kementerian itu adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kemudian Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Turut serta diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Arsip Nasional RI.
(maf)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Reshuffle Kabinet Harus...
Reshuffle Kabinet Harus Berbasis Kinerja, Bukan Letupan Politik
Berita Terkini
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved