KPU optimis sistem IT bantu proses Pemilu 2014
Kamis, 18 April 2013 - 13:29 WIB
KPU optimis sistem IT bantu proses Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin jika empat sistem aplikasi soal informasi teknologi (IT) yang tengah dikembangkan, akan membantu proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Keempat aplikasi tersebut antara lain yaitu Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik (Silog).
Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Lembaga Sandi Negara (LSN), dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk menyelesaikan empat aplikasi tersebut.
Dari keempat sistem tersebut, baru satu aplikasi yang telah diuji publik. Kendati demikian, dirinya meyakini tidak akan mengganggu penyelenggaraan pemilu. "Kami akan upayakan supaya tak terlambat, alat-alat bantu ini diupayakan untuk mempermudah kerja," kata Ferry di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, satu program aplikasi yang telah diujipublik adalah Silon, ke depannya giliran Silon yang akan dilakukan hal yang sama. "Kami harap uji publik bisa dilakukan April atau Mei 2013. Uji publik Silon harus dilakukan terlebih dahulu karena tahapannya memang demikian," ungkapnya.
Sebelumnya, KPU memberikan anggaran senilai Rp40 miliar untuk pengembangan informasi teknologi mereka yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tahun depan.
Keempat aplikasi tersebut antara lain yaitu Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih), Sistem Informasi Calon (Silon), Sistem Informasi Penghitungan (Situng), dan Sistem Informasi Logistik (Silog).
Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Lembaga Sandi Negara (LSN), dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk menyelesaikan empat aplikasi tersebut.
Dari keempat sistem tersebut, baru satu aplikasi yang telah diuji publik. Kendati demikian, dirinya meyakini tidak akan mengganggu penyelenggaraan pemilu. "Kami akan upayakan supaya tak terlambat, alat-alat bantu ini diupayakan untuk mempermudah kerja," kata Ferry di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, satu program aplikasi yang telah diujipublik adalah Silon, ke depannya giliran Silon yang akan dilakukan hal yang sama. "Kami harap uji publik bisa dilakukan April atau Mei 2013. Uji publik Silon harus dilakukan terlebih dahulu karena tahapannya memang demikian," ungkapnya.
Sebelumnya, KPU memberikan anggaran senilai Rp40 miliar untuk pengembangan informasi teknologi mereka yang akan digunakan untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tahun depan.
(maf)