Batal gabung Demokrat, SBY doakan karir politik Yenny
Rabu, 17 April 2013 - 23:13 WIB
Batal gabung Demokrat, SBY doakan karir politik Yenny
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid batal bergabung ke Partai Demokrat. Yenny menyampaikannya melalui pernyataan resmi dengan menggelar jumpa pers di kantor DPP PKBIB, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa 16 April 2013 kemarin.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendoakan agar kedepannya karir politik Yenny baik.
"Saya doakan Yenny memiliki karir politik yang baik kedepannya," ujar Presiden SBY dalam konferensi pers mendadak di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/4/2013) malam.
SBY pun menghormati keputusan Yenny yang membatalkan niatan untuk bergabung ke Partai Demokrat. "Yenny lebih baik memilih berjuang di arena yang berbeda dan saya pun menghormatinya. Dan menghargai pilihan seperti itu,"katanya.
Selain itu, SBY menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu, dirinya didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono sempat bertemu dengan Yenny beserta Sinta Nuriyah dikediamannya, Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, SBY mengaku bahwa Yenny tak pernah menginginkan posisi Waketum Partai Demokrat.
"Tidak ada sama sekali Mbak Yenni mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu, tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat Waketum Partai Demokrat, tidak ada, kasihan beliau. Tidak ada seperti itu,"tuturnya.
Pertemuan itu, lanjut dia, pertemuan yang sangat baik dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, kata dia, membicarakan pluralisme dan kerukunan umat beragama, sekaligus nostalgia dirinya dengan Gus Dur.
"Dan banyak lagi sisi-sisi kekeluargaan yang kami bicarakan saat itu," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendoakan agar kedepannya karir politik Yenny baik.
"Saya doakan Yenny memiliki karir politik yang baik kedepannya," ujar Presiden SBY dalam konferensi pers mendadak di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/4/2013) malam.
SBY pun menghormati keputusan Yenny yang membatalkan niatan untuk bergabung ke Partai Demokrat. "Yenny lebih baik memilih berjuang di arena yang berbeda dan saya pun menghormatinya. Dan menghargai pilihan seperti itu,"katanya.
Selain itu, SBY menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu, dirinya didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono sempat bertemu dengan Yenny beserta Sinta Nuriyah dikediamannya, Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, SBY mengaku bahwa Yenny tak pernah menginginkan posisi Waketum Partai Demokrat.
"Tidak ada sama sekali Mbak Yenni mengharapkan posisi tertentu atau jabatan tertentu, tidak ada. Kalau diberitakan Mbak Yenny ingin menjabat Waketum Partai Demokrat, tidak ada, kasihan beliau. Tidak ada seperti itu,"tuturnya.
Pertemuan itu, lanjut dia, pertemuan yang sangat baik dan penuh kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, kata dia, membicarakan pluralisme dan kerukunan umat beragama, sekaligus nostalgia dirinya dengan Gus Dur.
"Dan banyak lagi sisi-sisi kekeluargaan yang kami bicarakan saat itu," tuturnya.
(kri)