KPU imbau masyarakat aktif cegah caleg bermasalah

Senin, 15 April 2013 - 17:28 WIB
KPU imbau masyarakat...
KPU imbau masyarakat aktif cegah caleg bermasalah
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau agar masyarakat berperan aktif memberikan masukan terhadap daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif yang akan diumumkan. Masukan dari masyarakat itu untuk mencegah adanya caleg yang bermasalah.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya hanya melakukan verifikasi terhadap persyaratan berkas yang diajukan.

"Tentu, nanti kan ada masanya. Setelah DCS ditetapkan masukan masyarakat itu akan diterima. Sejauh masyarakat yang ada identitasnya lengkapnya. Jadi surat kaleng tanpa identitas tidak bisa," kata Hadar saat berbincang dengan wartawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2013).

Menurutnya, KPU hanya memverifikasi sesuai dengan nol aturan Undang-Undang dan sifatnya hanya admninistratif.

"Jadi kalau mereka tidak lulus pendidikanya, SMA misalnya, itu tidak akan kami izinkan," jelas Hadar.

KPU juga hanya bisa mencoret caleg yang terbukti tidak bebas dari narkoba dan narapidana yang belum memenuhi persyaratan untuk maju sebagai legislator.

"Kalau mereka misalnya, kesehatanya kata dokter ini tidak bebas narkoba, tentu tidak kamii izinkan. Kalau mereka pernah dijatuhi hukuman penjara 5 tahun atau lebih terus mereka berbohong pada kami, ada yang memberi masukan ternyata dia tidak isi pernyataan dan melampirkan surat-surat, yang menunjukan itu tentu kami akan masalahkan, akan kami coret," terangnya.

Di sini caleg harus jujur, sebab, jika nanti ada masukan dari masyarakat kemudian ditemukan data dan fakta yang tidak sesuai maka pihaknya tidak segan untuk mendiskualifikasikan.

"Jadi kami tidak bisa juga (melarang). Apa yang kami terapkan kami verifkasi kemudian kami putuskan sesuai dengan apa yg diatur dalam UU, selebihnya kami tidak bisa. Oleh karena tu semua sebetulnya ada di tangan partai politik. Mereka harusnya seleksi dari awal," tuntasnya.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved