KPK kewalahan himpun data kasus BLBI

Senin, 15 April 2013 - 07:35 WIB
KPK kewalahan himpun...
KPK kewalahan himpun data kasus BLBI
A A A
Sindonews.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan sulit untuk menemukan alat bukti kasus itu.

Maka itu dia menyarankan, agar lembaga antikorupsi tersebut fokus pada kasus yang sudah ada di depan mata. Walaupun begitu, bukan berarti kasus BLBI ditelantarkan.

"Prioritaskan kasus yang sudah ada di depan mata. Seperti Hambalang, Century. Karena mereka (yang terduga kasus BLBI masih) inpower (dikekuasaan)," kata Refly saat dihubungi Sindonews, Minggu (14/4/2013) malam.

Di juga mengatakan, dalam upaya pengumpulan data, KPK akan kewalahan menghadapi itu. Karena, sumber daya manusia (SDM) yang ada di tubuh KPK masih terbatas untuk menuntaskan kasus yang bernilai Rp6,7 triliun itu. "Dalam proses pengumpulan data dapat terbengkalai," tandasnya.

Di lain tempat, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, pihaknya belum mengetahui soal pemanggilan terhadap pemerintah yang menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI. Karena, pada saat itu Megawati Soekarnoputri selaku presiden dan Boediono sebagai menteri keuangan (Menkeu). "Belum ada informasi," katanya singkat.

Saat dikonfirmasi, bagaimana cara KPK membongkar kasus tersebut. "Langkah itu yang melakukan penyelidikan," kata Johan.
(kur)
Berita Terkait
Satgas BLBI Menangi...
Satgas BLBI Menangi Perkara Saham yang Dijaminkan Kaharudin Ongko
6 Obligor Penuhi Panggilan...
6 Obligor Penuhi Panggilan Satgas BLBI
Kepastian Hukum Bisa...
Kepastian Hukum Bisa Dorong Keberhasilan Pengembalian Duit BLBI
Panggil Kaharudin Ongko,...
Panggil Kaharudin Ongko, Satgas BLBI Tagih Utang Rp8,2 Triliun
Satgas BLBI Sudah Sita...
Satgas BLBI Sudah Sita Rp19 Triliun Aset Debitur dan Obligor
Humanika Desak Kasus...
Humanika Desak Kasus BLBI Segera Dituntaskan
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved