Pargono peras pemilik bengkel AHRS capai Rp600 juta
Kamis, 11 April 2013 - 20:52 WIB
Pargono peras pemilik bengkel AHRS capai Rp600 juta
A
A
A
Sindonews.com - Pemilik bengkel Asep Hendro Racing Sport (AHRS), Asep Hendro mengaku diteror oleh oknum pegawai pajak, Pargono Riyadi (PR).
Pargono berkomunikasi dengan Asep melalui telepon dan terus memaksa Asep memberikan sejumlah uang. Dengan berbekal mempermasalahkan kasus pajak Asep sejak 2006, Pargono pun beraksi.
Asep mengakui pernah memiliki masalah pajak tahun 2006 sebesar Rp340 juta. "Pajak pribadi tahun 2006 Rp340 juta. Namun sudah clear 2007," ungkap Asep saat konferensi pers di Bengkel AHRS, Tole Iskandar, Depok, Kamis (11/04/2013).
Asep mulai dihubungi dan diteror sejak Februari-Maret 2013. Setelah tak dilayani oleh Asep, maka PR pun mulai mengancam. "Saya tak meladeni, lalu mulai diteror dan diancam, kalau enggak dikasih duit, katanya bakal diperkarakan," jelasnya.
Teror pertama, kata Asep, PR memeras uang sebesar Rp600 juta. Asep menuturkan, saat mengancam, PR tak segan mengeluarkan kata-kata kasar dan ancaman kepada dirinya.
"Saya belum pernah ketemu dengan orang itu, baru kemarin ketemu saat pemeriksaan. Sebelumnya dia hanya by phone, awal mula ia minta cukup besar, sekitar Rp600 juta. Saya tetap tidak layani karena saya yakin saya benar, dan kondisi perusahaan memang tengah kurang baik," tuturnya.
Asep sendiri mengaku tetap tidak meladeni ancaman PR, karena dia merasa tidak melakukan kesalahan. Dia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai pemberian uang senilai Rp25 juta kepada PR.
Pargono berkomunikasi dengan Asep melalui telepon dan terus memaksa Asep memberikan sejumlah uang. Dengan berbekal mempermasalahkan kasus pajak Asep sejak 2006, Pargono pun beraksi.
Asep mengakui pernah memiliki masalah pajak tahun 2006 sebesar Rp340 juta. "Pajak pribadi tahun 2006 Rp340 juta. Namun sudah clear 2007," ungkap Asep saat konferensi pers di Bengkel AHRS, Tole Iskandar, Depok, Kamis (11/04/2013).
Asep mulai dihubungi dan diteror sejak Februari-Maret 2013. Setelah tak dilayani oleh Asep, maka PR pun mulai mengancam. "Saya tak meladeni, lalu mulai diteror dan diancam, kalau enggak dikasih duit, katanya bakal diperkarakan," jelasnya.
Teror pertama, kata Asep, PR memeras uang sebesar Rp600 juta. Asep menuturkan, saat mengancam, PR tak segan mengeluarkan kata-kata kasar dan ancaman kepada dirinya.
"Saya belum pernah ketemu dengan orang itu, baru kemarin ketemu saat pemeriksaan. Sebelumnya dia hanya by phone, awal mula ia minta cukup besar, sekitar Rp600 juta. Saya tetap tidak layani karena saya yakin saya benar, dan kondisi perusahaan memang tengah kurang baik," tuturnya.
Asep sendiri mengaku tetap tidak meladeni ancaman PR, karena dia merasa tidak melakukan kesalahan. Dia juga mengaku tidak tahu menahu mengenai pemberian uang senilai Rp25 juta kepada PR.
(maf)