Proses penangkapan bos AHRS buat panik karyawan
Rabu, 10 April 2013 - 10:27 WIB
Proses penangkapan bos AHRS buat panik karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Asep Hendro selaku pemilik bengkel Asep Hendro Racing Sport (AHRS), terduga kasus suap pajak yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Stasiun Gambir dan Depok, dikenal sebagai orang yang dermawan.
Asep yang juga mantan pembalap era tahun 1990 itu kerap kali memberikan sumbangan atau donasi kepada warga serta karyawan bengkelnya.
Menurut salah satu offince boy di bengkel AHRS Jalan Tole Iskandar, Depok, milik AH, Endang, penangkapan AH berlangsung kemarin sore oleh KPK di kantornya. Asep ditangkap saat masih berada di kantor, saat masih jam kerja.
"Saya sendiri belum ketemu bapak lagi, tapi dapat kabar dari karyawan lain kalau ditangkap kemarin sore, ditangkapnya di sini (kantor AHRS), masih kerja sore, jam limaan," ungkap Endang kepada wartawan, di Bengkel AHRS, Depok, Rabu (10/4/2013).
Endang mengaku penangkapan tersebut membuat karyawan panik. Dia tidak menyangka bos-nya yang mantan pembalap nasional selama ini dikenal baik.
"Pergaulannya biasa saja, pembalap nasional. Proses penangkapannya enggak tahu. Bingung panik semua karyawan, kaget ada apa," paparnya.
Hal itu pun sempat membuat karyawan ketakutan. Soal pembayaran pajak, kata dia, biasanya sudah diurus oleh bagian keuangan.
"Ketakutan, namanya orang KPK kan orang pada takut. Kan katanya lembaga superbody. Soal pajak bagian keuangan yang bayar," tutupnya.
Asep yang juga mantan pembalap era tahun 1990 itu kerap kali memberikan sumbangan atau donasi kepada warga serta karyawan bengkelnya.
Menurut salah satu offince boy di bengkel AHRS Jalan Tole Iskandar, Depok, milik AH, Endang, penangkapan AH berlangsung kemarin sore oleh KPK di kantornya. Asep ditangkap saat masih berada di kantor, saat masih jam kerja.
"Saya sendiri belum ketemu bapak lagi, tapi dapat kabar dari karyawan lain kalau ditangkap kemarin sore, ditangkapnya di sini (kantor AHRS), masih kerja sore, jam limaan," ungkap Endang kepada wartawan, di Bengkel AHRS, Depok, Rabu (10/4/2013).
Endang mengaku penangkapan tersebut membuat karyawan panik. Dia tidak menyangka bos-nya yang mantan pembalap nasional selama ini dikenal baik.
"Pergaulannya biasa saja, pembalap nasional. Proses penangkapannya enggak tahu. Bingung panik semua karyawan, kaget ada apa," paparnya.
Hal itu pun sempat membuat karyawan ketakutan. Soal pembayaran pajak, kata dia, biasanya sudah diurus oleh bagian keuangan.
"Ketakutan, namanya orang KPK kan orang pada takut. Kan katanya lembaga superbody. Soal pajak bagian keuangan yang bayar," tutupnya.
(mhd)