Yenny ke Demokrat, PKB tak khawatir kehilangan suara
Selasa, 09 April 2013 - 15:44 WIB
Yenny ke Demokrat, PKB tak khawatir kehilangan suara
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengaku tidak akan melarang Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat. Menurtunya, hal itu hak masing-masing dalam menentukan sikap politik.
"Kita merespon biasa aja. Artinya orang keluar masuk pindah partai itu bukan luar biasa, itu biasa. Jadi kita menyikapi biasa. Di partai lain keluar masuk biasa. Kita fokus pada pileg agar sukses dan dapatkan suara besar," ujar Malik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Anggota Komisi II DPR RI ini meyakini, meskipun putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu bergabung ke Demokrat, tapi suara kaum Nahdlatul Ulama (NU) tetap lari ke PKB.
"Kita percaya partai dekat dengan NU adalah PKB. Punya kultur. Bagi kami itu modal besar bagi kami, resources bagi kami. Kami akan memaksimalkan kedekatan kami dengan NU," tukasnya.
Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengaku NU mempunyai kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa salah satunya melalui PKB.
Selama ini tidak ada kecemasan di internal partai, pasalnya NU masih mempunyai hubungan baik dengan PKS dan itu harus dipertahankan.
"Saya kira tidak akan. Kalau PKB keluar dari NU baru kemudian kita khawatir cemas. Selama PKB konsisten sebagai kepanjangan politik NU kita masih percaya," pungkasnya.
"Kita merespon biasa aja. Artinya orang keluar masuk pindah partai itu bukan luar biasa, itu biasa. Jadi kita menyikapi biasa. Di partai lain keluar masuk biasa. Kita fokus pada pileg agar sukses dan dapatkan suara besar," ujar Malik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Anggota Komisi II DPR RI ini meyakini, meskipun putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu bergabung ke Demokrat, tapi suara kaum Nahdlatul Ulama (NU) tetap lari ke PKB.
"Kita percaya partai dekat dengan NU adalah PKB. Punya kultur. Bagi kami itu modal besar bagi kami, resources bagi kami. Kami akan memaksimalkan kedekatan kami dengan NU," tukasnya.
Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengaku NU mempunyai kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa salah satunya melalui PKB.
Selama ini tidak ada kecemasan di internal partai, pasalnya NU masih mempunyai hubungan baik dengan PKS dan itu harus dipertahankan.
"Saya kira tidak akan. Kalau PKB keluar dari NU baru kemudian kita khawatir cemas. Selama PKB konsisten sebagai kepanjangan politik NU kita masih percaya," pungkasnya.
(lns)