Kader muda Golkar tolak caleg terindikasi korupsi
Selasa, 09 April 2013 - 12:02 WIB
Kader muda Golkar tolak caleg terindikasi korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Komposisi kader muda di Partai Golkar dianggap sebagai langkah strategis partai memperoleh dukungan mayoritas masyarakat yang sedang mengharapkan tokoh muda reformis.
Hal itu dilakukan, sekaligus memotong mata rantai bakal calon anggota legislatif (Caleg) yang terindikasi korupsi, untuk tidak dicalonkan lagi sebagai caleg.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Jack Paskalis. Menurutnya, penempatan kader muda pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014, sudah sesuai dengan keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II Partai Golkar yang harus dijalankan Tim Seleksi Caleg Partai Golkar.
"Rapimnas Golkar memutuskan untuk memberi kuota 30 persen keterwakilan generasi muda. Ini harus dipatuhi tim seleksi yang saat ini sedang menggodok nama-nama bakal caleg Golkar untuk disodorkan ke KPU," kata Jack kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Selain karena keputusan Rapimnas, Jack juga mengatakan, menempatkan generasi muda sebagai caleg merupakan langkah strategis untuk mendulang dukungan, mengingat kalangan pemuda bisa jadi lumbung suara bagi Golkar.
"Idealnya memang partai apa pun harus menyasar generasi muda. Mereka harus punya perangkat khusus untuk mewadahi aspirasi. Jumlah 60 persen pemuda merupakan angka signifikan yang harus diperhatikan," lanjut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.
Dia mengimbau pimpinan partai dan Tim Seleksi Caleg Partai Golkar, untuk memberikan pendidikan politik bagi kader yang sudah terindikasi korupsi agar tidak dicalonkan lagi. "Masyarakat sedang membutuhkan tokoh politik yang bersih. Masih banyak generasi muda Partai Golkar yang mampu untuk menduduki posisi tersebut," tandasnya.
Hal itu dilakukan, sekaligus memotong mata rantai bakal calon anggota legislatif (Caleg) yang terindikasi korupsi, untuk tidak dicalonkan lagi sebagai caleg.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Jack Paskalis. Menurutnya, penempatan kader muda pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014, sudah sesuai dengan keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II Partai Golkar yang harus dijalankan Tim Seleksi Caleg Partai Golkar.
"Rapimnas Golkar memutuskan untuk memberi kuota 30 persen keterwakilan generasi muda. Ini harus dipatuhi tim seleksi yang saat ini sedang menggodok nama-nama bakal caleg Golkar untuk disodorkan ke KPU," kata Jack kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Selain karena keputusan Rapimnas, Jack juga mengatakan, menempatkan generasi muda sebagai caleg merupakan langkah strategis untuk mendulang dukungan, mengingat kalangan pemuda bisa jadi lumbung suara bagi Golkar.
"Idealnya memang partai apa pun harus menyasar generasi muda. Mereka harus punya perangkat khusus untuk mewadahi aspirasi. Jumlah 60 persen pemuda merupakan angka signifikan yang harus diperhatikan," lanjut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.
Dia mengimbau pimpinan partai dan Tim Seleksi Caleg Partai Golkar, untuk memberikan pendidikan politik bagi kader yang sudah terindikasi korupsi agar tidak dicalonkan lagi. "Masyarakat sedang membutuhkan tokoh politik yang bersih. Masih banyak generasi muda Partai Golkar yang mampu untuk menduduki posisi tersebut," tandasnya.
(maf)