Jadi Ketum Demokrat, pikiran SBY akan terbebani
Senin, 01 April 2013 - 09:57 WIB
Jadi Ketum Demokrat, pikiran SBY akan terbebani
A
A
A
Sindonews.com - Jabatan Ketua Umum Partai Demokrat yang diemban Susilo bambang Yudhoyono (SBY) akan berdampak pada pola kepemimpinannya sebagai kepala negara. Karena, rangkap jabatan yang disandang SBY sekarang adalah jabatan strategis di partai politik (parpol).
"Ini tentu akan semakin membebani Bapak Presiden kita semua, baik fisik maupun pemikiranya," kata Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin melalui pesan singkatnya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2013).
Anggota Komisi V DPR ini berharap, agar pemikiran SBY sebagai presiden tidak terpecah belah dengan jabatan yang baru diembannya tersebut. Maka itu, SBY diminta harus tetap fokus mengurus rakyat Indonesia. "Karena berbagai rintangan dan tantangan kedepan semakin kompleks dan berat," kata dia.
Dia mengingatkan, Presiden SBY pernah menyampaikan kepada para menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang berasal dari parpol untuk tetap fokus menjelankan tugas-tugas kementriannya meskipun tahun 2013 ini merupakan tahun politik jelang Pemilu 2014. "(Agar hal itu) tidak dilanggar oleh Pak SBY sendiri," pungkasnya.
Sekadar diketahui, SBY terpilih menjadi Ketum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar partai itu di Bali 30-31 Maret kemarin. Dalam pemilihan tersebut, SBY terpilih secara aklamasi.
Sekadar informasi, untuk menjalankan mesin Partai Demokrat, SBY telah menunjuk Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menko UKM) Syariefuddin Hasan sebagai Ketua Harian Demokrat, sementara Wakil Majelis Tinggi dijabat oleh Marzuki Alie dan EE Mangindaan dipercaya untuk menjabat Ketua Harian Dewan Pembina Partai Demokrat.
"Ini tentu akan semakin membebani Bapak Presiden kita semua, baik fisik maupun pemikiranya," kata Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin melalui pesan singkatnya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2013).
Anggota Komisi V DPR ini berharap, agar pemikiran SBY sebagai presiden tidak terpecah belah dengan jabatan yang baru diembannya tersebut. Maka itu, SBY diminta harus tetap fokus mengurus rakyat Indonesia. "Karena berbagai rintangan dan tantangan kedepan semakin kompleks dan berat," kata dia.
Dia mengingatkan, Presiden SBY pernah menyampaikan kepada para menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang berasal dari parpol untuk tetap fokus menjelankan tugas-tugas kementriannya meskipun tahun 2013 ini merupakan tahun politik jelang Pemilu 2014. "(Agar hal itu) tidak dilanggar oleh Pak SBY sendiri," pungkasnya.
Sekadar diketahui, SBY terpilih menjadi Ketum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar partai itu di Bali 30-31 Maret kemarin. Dalam pemilihan tersebut, SBY terpilih secara aklamasi.
Sekadar informasi, untuk menjalankan mesin Partai Demokrat, SBY telah menunjuk Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menko UKM) Syariefuddin Hasan sebagai Ketua Harian Demokrat, sementara Wakil Majelis Tinggi dijabat oleh Marzuki Alie dan EE Mangindaan dipercaya untuk menjabat Ketua Harian Dewan Pembina Partai Demokrat.
(mhd)