Fitra ungkap di 2011 Rp6,9 M habis untuk petinggi Polri

Minggu, 31 Maret 2013 - 16:08 WIB
Fitra ungkap di 2011...
Fitra ungkap di 2011 Rp6,9 M habis untuk petinggi Polri
A A A
Sindonews.com - Koordinator advokasi sekretariat nasional forum Indonesia untuk transparansi anggaran (Seknas Fitra) M. Maulana menuturkan, berdasarkan hasil penelusurannya penggunaan dana non-APBN Polri tidak jelas.

"Dana yang seharusnya digunakan untuk aktifitas atau kegiatan perolehan dana digunakan untuk kegiatan pemimpin Polri, insentif tahunan pejabat di kepolisian, serta untuk kegiatan yang diprogramkan Rp6,9 Miliar habis untuk para pejabat tinggi Kepolisian RI ditahun 2011," ujar Maulana di Seknas Fitra, Jalan K, No.37, Mampang Prapatan VI, Jakarta Selatan, Minggu (31/3/2013).

Dia mengatakan, penggunaan dana non-APBN Polri ini tanpa adanya standar harga. Padahal, lanjut Maulana, dalam mekanisme pembelanjaan APBN harus selalu menggunakan standar belanja.

"Hal yang sama pernah terjadi pada tahun 2010, dimana terdapat penggunaan dana Samsat Rp6,5 miliar untuk pembayaran kepada Pati (perwira tinggi), Pamen (perwira menengah) dan sebesar Rp3,8 miliar untuk pengadaan bingkisan lebaran," tukasnya.

Dijabarkan olehnya, dana Rp6,9 miliar yang habis untuk para pejabat tinggi Polri di Tahun 2011 ini terdiri dari kodal operasi Kapolri dan Wakapolri atau kebutuhan rumah tangga sehari-hari Kapolri dan Wakapolri senilai Rp1, 9 miliar dari dana Samsat.

Selanjutnya, kegiatan Kapolri dalam rangka hari raya Idulfitri atau open house senilai Rp264.674.500 dari dana Jasa Rahardja. Total dukungan kegiatan pimpinan Polri ini. kata Maulana sebesar Rp2.254.674.500.

Selain itu, insentif pejabat ADC Presiden atau Wakil Presiden RI beserta istri pejabat sekretariat militer sebesar Rp1 miliar dari dana samsat, insentif penasehat ahli Kapolri Pati dan Pamen Mabes Polri sebesar Rp2,6 miliar dari dana samsat.

Lalu, insentif tahunan untuk mantan Kapolri, mantan Wakapolri, penasehat ahli Kapolri, staf Spripim, protokol bandara dan Yanma, staf pelayanan diluar Satker, ADC RI-1 dan RI-2, Setmil, staf protokol RI-1 dan RI-2, Pusdal Ops, personel Pusprov divisi Propam, staf ahli, Satpampol, Puskeu dan Srena Polri. Dana insentif tahunan itu semua sebesar Rp947.700.000 dari dana jasa Rahardja.

Kemudian, konsumsi dalam rangka hari Iduladha sebesar Rp27.104.000 dari dana jasa Rahardja, serta pengadaan amplop ucapan selamat hari raya Idulfitri sebesar Rp37.500.000 dari dana Jasa Rahardja.

"Temuan ini secara jelas mencederai institusi Polri yang seharusnya menjadi lokomotif dalam akuntabilitas pengelolaan anggaran,"ungkapnya.

Padahal, lanjutnya Polri sudah menerima pemberlakuan remunerasi melalui Perpres No.73 tahun 2010 tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Polri dan berlaku 100 persen pada tahun anggaran 2013.

Dia menambahkan, sesuai Nota Keuangan RAPBN 2013, saat ini gaji golongan terendah untuk TNI/Polri sebesar Rp2,9 juta. Maka, jika ditambah dengan remunerasi untuk pangkat terendah (Tamtama Golongan 1A) akan memperoleh 'take home pay' berkisar Rp3,4 Juta (Remunerasi Rp553 Ribu).

"Seharusnya, dengan pemberlakuan remunerasi dan kenaikan gaji pokok secara bertahap ini, tidak ada lagi tambahan dan pengelolaan anggaran diluar mekanisme APBN," pungkasnya.
(kur)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved