Pembahasan RUU Pilpres alot karena presidential threshold

Jum'at, 29 Maret 2013 - 19:28 WIB
Pembahasan RUU Pilpres...
Pembahasan RUU Pilpres alot karena presidential threshold
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Hakam Naja mengakui, yang menjadi perdebatan soal revisi Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Presiden (Pilpres), terkait dengan presidential threshold (PT).

Menurutnya, dari beberapa fraksi di DPR ada yang mengusulkan dinolkan, tapi ada juga yang mengusulkan 3,5 persen sesuai ambang batas parlemen.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menganggap, jika PT terlalu kecil maka akan membuat pemerintahan kurang efektif. Sementara sistem presidential harus kuat. Karena, jika PT 3,5 persen dan satu partai mengusung pasangan calon sendiri, jika terpilih sebagai presiden, maka sistem presidential kurang kuat, karena banyak partai yang tidak mendukungnya.

"Kalau hanya didukung 3,5 persen, akan babak belur, bayangkan jika ada 9,5 persen tidak setuju," tukasnya saat dihubungi Sindonews, Jumat (29/3/2013).

Kemudian, PAN termasuk partai menengah, meskipun sudah bulat ingin mencalonkan Hatta Rajasa sebagai calon presiden, Hakam mengaku sama sekali tidak ragu dengan perolehan suara saat pileg nanti. "PAN punya target mendapatkan 15 persen, kemudian PAN berbicara kepentingan nasional, sistem presidential stabil," pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani mengatakan, PT 20 persen yang diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 42 Tahun 2008 tidak sesuai dengan aspek sosiologis. Maka itu, dia berharap, pembahasan revisi RUU Pilpres segera dilaksanakan. Karena, UU itu sudah tidak lagi sejalan dengan harapan masyarakat Indonesia.

"Aturan ini sama sekali tidak mencerminkan denyut nadi aspirasi masyarakat. UU tersebut tidak mampu dan tidak mau menjawab aspirasi yang berkembang," ujar Yani melalui pesan singkatnya kepada Sindonews.
(maf)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved