SBY minta publik tak pesimis terhadap kinerjanya
Jum'at, 22 Maret 2013 - 21:13 WIB
SBY minta publik tak pesimis terhadap kinerjanya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada semua pihak agar selalu berpikiran yang positif dan optimis. Karena, dua sikap itulah yang bisa membawa Indonesia menuju kejayaan.
"Kalau kita masih bersikap negatif dan bersikap pesimis, misalkan ada 10 orang atau 20 orang sikapnya negatif semua, bikin seminar berhari-hari di sebuah ruangan yang gelap, hampir pasti outputnya adalah jiwa yang gelap, pikiran yang tidak terang, sikap pesimis dan pikiran yang negatif," kata SBY di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/3/2013).
Maka itu, dia menyerukan, agar masyarakat Indonesia tidak memandang kinerjanya dari sisi yang negatif saja. "Seraya membangun visi, kemudian menetapkan strategi dan kebijakan, dan dari situ kita berangkat, menjalankannya, sampailah kita pada masa depan yang kita tuju itu," katanya.
Menurutnya, jika ada sekelompok orang yang selalu berpikiran negatif. Maka, pola pikir mereka tidak akan berkembang.
"Marilah kita keluar dari ruang yang gelap dan pengap seperti itu. Melihat negeri kita, melihat dunia sekeliling kita, apa yang dapat kita lakukan, potensi yang kita miliki seperti apa, kekurangan yang ada juga seperti apa untuk kita perbaiki bersama," tuturnya.
"Kalau kita masih bersikap negatif dan bersikap pesimis, misalkan ada 10 orang atau 20 orang sikapnya negatif semua, bikin seminar berhari-hari di sebuah ruangan yang gelap, hampir pasti outputnya adalah jiwa yang gelap, pikiran yang tidak terang, sikap pesimis dan pikiran yang negatif," kata SBY di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/3/2013).
Maka itu, dia menyerukan, agar masyarakat Indonesia tidak memandang kinerjanya dari sisi yang negatif saja. "Seraya membangun visi, kemudian menetapkan strategi dan kebijakan, dan dari situ kita berangkat, menjalankannya, sampailah kita pada masa depan yang kita tuju itu," katanya.
Menurutnya, jika ada sekelompok orang yang selalu berpikiran negatif. Maka, pola pikir mereka tidak akan berkembang.
"Marilah kita keluar dari ruang yang gelap dan pengap seperti itu. Melihat negeri kita, melihat dunia sekeliling kita, apa yang dapat kita lakukan, potensi yang kita miliki seperti apa, kekurangan yang ada juga seperti apa untuk kita perbaiki bersama," tuturnya.
(mhd)