Kalah di Pemilukada, Akbar minta Golkar evaluasi
Jum'at, 15 Maret 2013 - 19:13 WIB
Kalah di Pemilukada, Akbar minta Golkar evaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar mengalami kekalahan di beberapa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Maka itu, partai berlambang pohon beringin tersebut diminta untuk belajar dari kekalahan tersebut.
"Menurut saya, ini suatu pelajaran buat Partai Golkar. Kenapa kok dibeberapa tempat Golkar itu tidak bisa mendapatkan dukungan suara yang signifikan, sehingga calonnya tidak dapat kemenangan," kata Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung usai menghadiri pembukaan Kongres HMI di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2013).
Selain itu dia mengatakan, Golkar harus melakukan penilaian dari setiap pencalonan kepala daerah, termasuk mesin politik di berbagai wilayah yang memang belum berjalan secara maksimal.
"Tentu ada sesuatu yang perlu dilakukan, evaluasi terhadap rekuitmen dari pada calon kepala daerah kita. Kemudian juga perlu dipelajari, dievaluasi juga mengenai mesin Politik dari organisasi partai Golkar," terangnya.
Faktor lain yang harus diperbaiki, menurut Ketua Dewan Penasihat Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu, ialah persepsi publik terhadap tokoh-tokoh di partai itu.
Lebih lanjut dia mengatakan, segala bentuk evaluasi yang dilakukan Golkar juga harus terbuka dengan menganut sistem kejujuran, agar masyarakat bisa menilai positif partai orde baru (Orba) itu.
Akbar menerangkan, langkah ini penting dilakukan, selain untuk memenangkan Golkar di berbagai Pemilukada juga untuk pemenangan di Pemilu 2014.
"Hal yang sama juga dalam pemilihan yang akan datang, pemilihan kepada daerah, bahkan juga tentu (pemilihan) presiden," kata Ketua DPR periode 1999-2004.
"Menurut saya, ini suatu pelajaran buat Partai Golkar. Kenapa kok dibeberapa tempat Golkar itu tidak bisa mendapatkan dukungan suara yang signifikan, sehingga calonnya tidak dapat kemenangan," kata Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung usai menghadiri pembukaan Kongres HMI di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2013).
Selain itu dia mengatakan, Golkar harus melakukan penilaian dari setiap pencalonan kepala daerah, termasuk mesin politik di berbagai wilayah yang memang belum berjalan secara maksimal.
"Tentu ada sesuatu yang perlu dilakukan, evaluasi terhadap rekuitmen dari pada calon kepala daerah kita. Kemudian juga perlu dipelajari, dievaluasi juga mengenai mesin Politik dari organisasi partai Golkar," terangnya.
Faktor lain yang harus diperbaiki, menurut Ketua Dewan Penasihat Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu, ialah persepsi publik terhadap tokoh-tokoh di partai itu.
Lebih lanjut dia mengatakan, segala bentuk evaluasi yang dilakukan Golkar juga harus terbuka dengan menganut sistem kejujuran, agar masyarakat bisa menilai positif partai orde baru (Orba) itu.
Akbar menerangkan, langkah ini penting dilakukan, selain untuk memenangkan Golkar di berbagai Pemilukada juga untuk pemenangan di Pemilu 2014.
"Hal yang sama juga dalam pemilihan yang akan datang, pemilihan kepada daerah, bahkan juga tentu (pemilihan) presiden," kata Ketua DPR periode 1999-2004.
(mhd)