Yulianis yakin Ibas Yudhoyono terima uang
Jum'at, 15 Maret 2013 - 01:24 WIB
Yulianis yakin Ibas Yudhoyono terima uang
A
A
A
Sindonews.com - Bukti mengenai adanya aliran dana yang diterima oleh anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dari pelaksanaan Kongres Partai Demokrat, mulai terkuak.
Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis menegaskan, Ibas memang mendapatkan uang USD 200 ribu, namun bukan dari uang proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Benar, uang USD 200 ribu kepada Ibas itu terkait Kongres (Partai Demokrat) di Bandung. Saya yakin," kata Yulianis kepada wartawan usai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2013).
Namun, Yulianis enggan membeberkan lebih lanjut apakah uang itu termasuk dalam uang yang disebut-sebut untuk memenangkan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu itu. “Grup Permai tidak pernah mengeluarkan uang buat mengamankan proyek Hambalang,“ tegasnya.
Mantan anak buah M Nazaruddin itu juga berkeyakinan, segala data yang dimilikinya berupa catatan keuangan yang dia simpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Dokumen ini beredar di kalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang hingga Rp3,6 miliar.
Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, pada 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni US$ 500.000 dan US$ 100.000.
Kedua, pada 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugerah Nusantara sebesar 200.000 dollar Amerika dan 100.000 dollar Amerika.
Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis menegaskan, Ibas memang mendapatkan uang USD 200 ribu, namun bukan dari uang proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Benar, uang USD 200 ribu kepada Ibas itu terkait Kongres (Partai Demokrat) di Bandung. Saya yakin," kata Yulianis kepada wartawan usai bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2013).
Namun, Yulianis enggan membeberkan lebih lanjut apakah uang itu termasuk dalam uang yang disebut-sebut untuk memenangkan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat pada 2010 lalu itu. “Grup Permai tidak pernah mengeluarkan uang buat mengamankan proyek Hambalang,“ tegasnya.
Mantan anak buah M Nazaruddin itu juga berkeyakinan, segala data yang dimilikinya berupa catatan keuangan yang dia simpan dalam komputer pribadi dan komputer jinjingnya sudah disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis.
Dokumen ini beredar di kalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas disebut menerima uang hingga Rp3,6 miliar.
Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, pada 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni US$ 500.000 dan US$ 100.000.
Kedua, pada 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugerah Nusantara sebesar 200.000 dollar Amerika dan 100.000 dollar Amerika.
(maf)