SBY diminta fokus urus menterinya yang bikin gaduh
Senin, 04 Maret 2013 - 13:37 WIB
SBY diminta fokus urus menterinya yang bikin gaduh
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tidak terlalu sibuk mengurus persoalan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. SBY diminta fokus terhadap tugasnya sebagai Kepala Negara.
Anggota Tim Pengawas Rekomendasi DPR tentang kasus Bank Century, Ahmad Yani meminta SBY fokus menertibkan ulah para menterinya yang sering menimbulkan situasi politik tidak stabil.
“Presiden lebih baik tertibkan dulu menteri dan wamen yang suka membuat gaduh daripada mengeluarkan pernyataan itu,“ Tegas Yani di kediaman Anas Urbaningrum, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (4/3/2013).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, pernyataan SBY yang bersifat reaksioner terkait laporan Badan Intelijen Negara (BIN) itu malah menimbulkan dampak negatif terhadap situasi politik di Indonesia.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sepantasnya di lontarkan oleh SBY selaku Kepala Negara. Pasalnya, laporan itu bersifat rahasia dan bukan untuk diungkap ke publik. “Ini bisa memancing. Informasi intelijen tidak untuk publik tapi sebenarnya hanya untuk mengambil kebijakan,“ tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum melakukan kunjungan ke beberapa negara, SBY menyampaikan adanya data dari intelijen, yang menyebutkan ada sebuah gerakan sengaja dibangun untuk membuat stabilitas politik nasional terganggu.
"Saya hanya berharap kepada elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah pada koridor demokrasi itu sah. Tetapi, kalau lebih dari itu apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat negara kita gonjang-ganjing," kata SBY di Bandara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 3 Maret 2013.
Anggota Tim Pengawas Rekomendasi DPR tentang kasus Bank Century, Ahmad Yani meminta SBY fokus menertibkan ulah para menterinya yang sering menimbulkan situasi politik tidak stabil.
“Presiden lebih baik tertibkan dulu menteri dan wamen yang suka membuat gaduh daripada mengeluarkan pernyataan itu,“ Tegas Yani di kediaman Anas Urbaningrum, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (4/3/2013).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, pernyataan SBY yang bersifat reaksioner terkait laporan Badan Intelijen Negara (BIN) itu malah menimbulkan dampak negatif terhadap situasi politik di Indonesia.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sepantasnya di lontarkan oleh SBY selaku Kepala Negara. Pasalnya, laporan itu bersifat rahasia dan bukan untuk diungkap ke publik. “Ini bisa memancing. Informasi intelijen tidak untuk publik tapi sebenarnya hanya untuk mengambil kebijakan,“ tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum melakukan kunjungan ke beberapa negara, SBY menyampaikan adanya data dari intelijen, yang menyebutkan ada sebuah gerakan sengaja dibangun untuk membuat stabilitas politik nasional terganggu.
"Saya hanya berharap kepada elite politik dan kelompok-kelompok tertentu, tetaplah pada koridor demokrasi itu sah. Tetapi, kalau lebih dari itu apalagi dengan sebuah rencana untuk membuat negara kita gonjang-ganjing," kata SBY di Bandara, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 3 Maret 2013.
(kur)