Komisi III pertanyakan alasan paspor Anas disita

Rabu, 27 Februari 2013 - 07:32 WIB
Komisi III pertanyakan...
Komisi III pertanyakan alasan paspor Anas disita
A A A
Sindonews.com - Penyitaan paspor milik mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terus menuai kritik. Pasalnya, tindakan yang sama tak pernah dilakukan oleh Ditjen Imigrasi terhadap politikus lainnya yang masuk daftar cegah.

"Memang patut kita sesalkan ya. Artinya perlakuan terhadap Anas juga tidak dilakukan pada tersangka-tersangka lain," ujar Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifudin Sudding kepada Sindonews, Rabu (27/2/2013).

Menurutnya, tindakan itu akan tepat dilakukan jika Anas ingin lari luar negeri. Namun, sama sekali tak terlihat tanda-tanda itu. Sehingga, tindakan cegah saja sudah cukup untuk diberikan kepada Anas tanpa harus menyita paspornya.

"Ini kan pencekalan agar bagaimana orang itu tidak kabur ke luar negeri ya cukup. Tanpa harus dicabut atau diambil. Kenapa tersangka-tersangka lain tidak diperlakukan hal yang sama?" tandas Ketua DPP hanura ini.

Itulah yang menjadi alasan, Sudding merasa kasus yang menimpa Anas sangat kental nuansa politis dan ada intervensi dari pihak tertentu. Paslnya, langkah-langkah yang diambil tak lazim dan di luar kebiasaan.

"Saya kira ini memang ada muatan politik dibalik kasus Anas dan ini semakin menguatkan dugaan kita terhadap penanganan kasus itu. Kok sampai Imigrasi mengambil paspor Anas, suatu langkah yang berlebhan menurut saya," tegasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, penyitaan paspor milik Anas diduga karena adanya intervensi oleh pihak tertentu. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Maryoto mengatakan, pengambilan paspor langsung ke rumah Anas, sudah berdasarkan prosedur dan ketetapan (protap). Kedatangan petugas Imigrasi itu sesuai aturan. Pengambilan paspor pasti dilakukan terhadap seseorang yang dicegah berpergian ke luar negeri.

"Tidak benar. Itu memang SOP-nya sudah seperti itu," terang Maryoto saat dihubungi Sindonews, Selasa (26/2/2013).
(kri)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Bebas dari Lapas Sukamiskin,...
Bebas dari Lapas Sukamiskin, Anas Urbaningrum Langsung Sampaikan Pidato Ini
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved