KPK tersandera kepentingan politik

Jum'at, 22 Februari 2013 - 08:30 WIB
KPK tersandera kepentingan...
KPK tersandera kepentingan politik
A A A
Sindonews.com - Komite Etik yang dibentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menelusuri penyebab dan siapa pembocor draf surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) Anas Urbangingrum hingga beredar ke masyarakat. Hasilnya harus diungkap ke publik.

"Ini ujian bari itegritas KPK, maka masalah ini harus ditelusuri, dan diungkap ke publik, siapa dan apa motivasi pelaku," ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens kepada Sindonews, Jumat (22/2/2013).

Boni menduga, apa yang terjadi di KPK saat ini terdapat intervensi politik, lalu ada pemain di tubuh lembaga superbody itu.

"Bagi saya, siapapun yang bermain, jelas ada indikasi intervensi politik terhadap kerja hukum KPK," tukasnya menduga.

Menurut Boni, kasus Anas Urbaningrum sangat politis. Maka, berdasarkan hipotesanya, terdapat tanda politik yang bermain dalam sprindik tersebut, sehingga perlu dituntaskan agar KPK tidak disandera kepentingan politik.

Diberitakan sebelumnya, KPK mengakui jika draf sprindik yang beredar di masyarakat melalui media massa benar berasal dari KPK. Namun, KPK belum mengetahui, bagaimana draf itu bisa keluar, dan siapa yang membocorkannya.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, tim investigasi mengusulkan kepada pimpinan KPK segera menindaklanjuti hasil temuan tersebut, dengan membentuk Komite Etik.

"Tetapi, pembentukan komite etik bukan berarti sudah ada kesimpulan bahwa ada pembocor dari KPK," ungkap Johan dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 21 Februari 2013.

Menurut Johan Komite etik dibentuk bukan karena ada kesalahan pada level pimpinan. Namun, karena besarnya ruang lingkup dugaan kesalahan bocornya dokumen tersebut.

"Jadi nanti penelusuran akan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya unsur pegawai, tapi juga pimpinan KPK," jelas Johan.
(lns)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved