Harus ada evaluasi kinerja legislator incumbent

Kamis, 21 Februari 2013 - 14:09 WIB
Harus ada evaluasi kinerja...
Harus ada evaluasi kinerja legislator incumbent
A A A
Sindonews.com - Evaluasi terhadap kinerja anggota DPR yang akan mencalonkan kembali (incumbent) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, harus dilakukan. Hal itu, perlu dilakukan, agara partai politik (Parpol) bisa menjalankan politik yang sehat.

Pasalnya, tidak semua lapisan masyarakat mengetahui, kerja apa saja yang sudah dilakukan para anggota DPR tersebut selama menjabat sebagai legislator di Senayan.

"Gerakan ini sebagai bangunan memulai politik yang sehat," ucap aktivis dari Gerakan Tagih Janji (GERGAJI), Abdullah Dahlan, dalam jumpa pers yang bertemakan “Tahun Politik: Lunasi Atau Ingkar Mandat?” di daerah Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2013).

Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) ini menegaskan, praktik mafia anggaran yang terjadi di parlemen selama ini, tidak bisa dihentikan. "Parahnya, justru anggota DPR menjadi salah satu aktor di dalamnya," ucapnya.

Menurutnya, selain belum ada keseriusan dari pemerintah untuk menghentikan praktik semacam ini. Evaluasi terhadap anggota legislatif incumbent tersebut harus dilakukan, agar menghasilkan politikus yang berpihak kepada rakyat.

"Dalam kasus Hambalang, korupsi Alquran desain anggota DPR sebagai aktor sangat terlihat di situ. Ini mengkonstruksikan bahwa, komitmen transparansi anggaran tidak ada, sehingga melanggengkan praktik korupsi," tuturnya.

Selain itu, parahnya lagi, selama ini wakil rakyat tersebut lebih sibuk melakukan studi banding, tanpa menjawab program legislasi yang sudah dirancang. Bahkan, program legislasi juga menjadi instrumen untuk ditransaksionalkan seperti halnya Undang-undang (UU) Kesehatan.

"Selama ini belum maksimal fungsi parlemen, terkait mandat yang mereka jalankan. Fraksi di DPR juga tidak pernah menyebutkan kinerja anggotanya. Maka dari itu, momen ini menjadi penting untuk menentukan kerja parlemen ke depan," pungkasnya.

Sekedar informasi, sejumlah organisasi non pemerintah yang bergabung dalam GERGAJI diantaranya, ICW, Indonesia Parliamentary Center (IPC), Indonesia Budget Center (IBC).

Kemudian ada Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi (YAPPIKA), Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Transparency International Indonesia (TII), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), dan Komite Pemilih Indonesia (TePI).
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved