PKB ambil keuntungan dari konflik Demokrat & PKS
Minggu, 10 Februari 2013 - 19:57 WIB
PKB ambil keuntungan dari konflik Demokrat & PKS
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terang-terangan mengatakan mendapatkan keuntungan dari polemik yang ada di internal Partai Demokrat (PD), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Kami akan ambil keuntungan konflik Demokrat dan PKS, konflik tersebut membawa dampak bagi PKB pada Pemilu Presiden 2014," kata Ketua Fraksi PKB MPR Lukman Edi usai diskusi bertema 'Quo Vodis Parpol Islam dalam Arus Demokrasi Liberal' di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2013).
Mantan Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu menambahkan, saat praha konflik internal PKB pada tahun 2009, sebagian kader PKB lompat ke berbagai partai, bahkan ada sebagian kader yang menyebrang ke Partai Demokrat.
"Pada 2009, PKB ada konflik, sebagian market diambil oleh Demokrat. Sekarang sebagian mereka merasa kecewa, lalu ada yang sebagian balik lagi ke PKB," ungkapnya.
Ia merinci sedikitnya, ada sekira 15 persen kader PKB yang pindah ke partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun kini telah kembali lagi ke PKB. Kader yang paling banyak berasal dari Jawa Timur, karena PKB basisnya di Jawa Timur.
Karena itu, dengan adanya masalah di dua partai tersebut, maka bukan tidak mungkin PKB akan mendapatkan keuntungan jelang Pemilu 2014 mendatang.
Sebagaimana diketahui Partai Demokrat sedang dilanda musibah terkait perseteruan antara Ketua Dewan Pembinanya SBY dan Ketua Umumnya Anas Urbaningrum yang belum juga usai.
Sedangkan PKS sedang dirundu musibah dengan ditetapkannya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka dalam dugaan suap impor daging sapi.
Partai yang selalu mencanangkan partai bersih dan bebas korupsi, ternyata petingginya ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan korupsi.
"Kami akan ambil keuntungan konflik Demokrat dan PKS, konflik tersebut membawa dampak bagi PKB pada Pemilu Presiden 2014," kata Ketua Fraksi PKB MPR Lukman Edi usai diskusi bertema 'Quo Vodis Parpol Islam dalam Arus Demokrasi Liberal' di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2013).
Mantan Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu menambahkan, saat praha konflik internal PKB pada tahun 2009, sebagian kader PKB lompat ke berbagai partai, bahkan ada sebagian kader yang menyebrang ke Partai Demokrat.
"Pada 2009, PKB ada konflik, sebagian market diambil oleh Demokrat. Sekarang sebagian mereka merasa kecewa, lalu ada yang sebagian balik lagi ke PKB," ungkapnya.
Ia merinci sedikitnya, ada sekira 15 persen kader PKB yang pindah ke partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun kini telah kembali lagi ke PKB. Kader yang paling banyak berasal dari Jawa Timur, karena PKB basisnya di Jawa Timur.
Karena itu, dengan adanya masalah di dua partai tersebut, maka bukan tidak mungkin PKB akan mendapatkan keuntungan jelang Pemilu 2014 mendatang.
Sebagaimana diketahui Partai Demokrat sedang dilanda musibah terkait perseteruan antara Ketua Dewan Pembinanya SBY dan Ketua Umumnya Anas Urbaningrum yang belum juga usai.
Sedangkan PKS sedang dirundu musibah dengan ditetapkannya mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka dalam dugaan suap impor daging sapi.
Partai yang selalu mencanangkan partai bersih dan bebas korupsi, ternyata petingginya ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan korupsi.
(mhd)