JK: Politikus kutu loncat hanya cari karir politik

Minggu, 10 Februari 2013 - 00:30 WIB
JK: Politikus kutu loncat...
JK: Politikus kutu loncat hanya cari karir politik
A A A
Sindonews.com - Ideologi partai politik (parpol) saat ini nyaris sama dan seragam. Karena itu, menjadi faktor mengapa politikus mudah untuk berpindah-pindah partai.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai mudahnya seorang politikus memutuskan pindah dari partai satu ke partai lainnya karena disebabkan oleh faktor ideologi partai yang seragam. Berbeda dengan kondisi masa lalu, masing-masing parpol memiliki perbedaan ideologi yang sangat jelas.

"Pindah partai ini akibat daripada partai ideologi sudah hampir sama semua, tak jadi beban kalau pindah partai. Beda dengan dulu, ada perbedaan antara partai nasionalisasi, partai agama. Sekarang hampir mirip," tegasnya kepada wartawan di Balairung UI, Sabtu (9/2/2013).

Menurutnya, hal itu resiko dari partai yang memiliki ideologi tak lagi jauh berbeda. Saat ini semua partai hampir sama saja menjual konten program mereka.

"Pindah hanya beda posisi saja. Zaman dulu ideologi partai ketat dan kuat, sulit orang pindah, ada partai sekuler, Islam, nasionalis, komunis, dulu kutu loncat enggak ada, sekarang ideologi partai sama, program sama," tukasnya.

Bahkan JK menyebut politikus yang kutu loncat berpindah partai hanya untuk mencari kesempatan yang dirasa jauh lebih baik.

"Hanya cari kesempatan, ini akibat gencarnya semua partai mengusung Pancasila, pilar demokrasi, makanya kutu loncat hanya cari kesempatan terbaik untuk kepentingan karir politiknya," imbuhnya.

Seperti diketahui, menjelang Pemilu 2014 ini sejumlah politikus berpindah dari satu partai politik ke partai politik lainnya.

Sebagai contoh, kader partai Hanura Akbar Faisal pindah ke Partai Nasional Demokrat (NasDem), begitu pula politikus senior Partai Golkar Enggartiasto Lukita, juga pindah ke NasDem.
(lns)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved