Ditanyai, saksi untuk DS panik & nyaris tabrak kios
Sabtu, 02 Februari 2013 - 00:15 WIB
Ditanyai, saksi untuk DS panik & nyaris tabrak kios
A
A
A
Sindonews.com - Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 12 jam terkait dengan tindak pidana pencucian uang proyek Simulator SIM, salah satu saksi dari pensiunan PNS Polri bernama Mudjihardjo, menutupi peran dari tersangka Irjen Pol Djoko Susilo (DS).
Mudji yang terlihat meninggalkan Gedung KPK sekira pukul 22.00 WIB itu, terlihat kelelahan usai menjalani pemeriksaan selama seharian itu. Bahkan, dia semakin panik ketika awak media menanyakan perihal pemeriksaannya hari ini.
Pria berkacamata tersebut, berusaha membantah bahwa dirinya hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk jenderal bintang dua itu. Bahkan, dia berusaha menyangkal dengan nada panik bahwa dirinya bernama Mudjihardjo.
“Tidak tahu. Bukan, bukan, saya,“ kilah Mudji di samping Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
Pria tersebut pun makin panik ketika awak media berusaha terus mencecarnya dengan pertanyaan apakah dia mengetahui seputar aliran dana yang dari pencucian uang Djoko.
Dengan terburu buru dan panik, dia berusaha mengeluarkan motor matic berwarna putih yang diparkirkannya di warung yang ada di samping gedung KPK.
Kepanikan Mudji pun semakin memuncak ketika motornya tak kunjung hidup saat tengah berusaha dinyalakan. Melihat kondisi motor yang tidak kunjung menyala, Mudji sempat mengeluarkan celetukan meminta pertolongan untuk menghidupkan mesin motornya yang tidak mau dinyalakan untuk beberapa saat.
“Bisa bantuin saya tidak?,“ pintanya.
Pria paruh baya itu pun sesaat kemudian akhirnya berhasil menyalakan motornya dengan cara lain. Ketika motor menyala, Mudji pun semakin ketakutan dan berusaha untuk terus menghindar dari pertanyaan wartawan yang terus mengejarnya.
Dia pun segera meloncat ke atas motornya dan segera menarik gas cukup kencang berusaha melarikan diri. Alhasil, Mudji nyaris menabrak warung (kios) yang ada di dekat sana. Beruntung, dia bisa menghentikan kendaraan walaupun sempat sedikit terjungkang.
Dia pun lantas segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi ke arah jalan HR Rasuna Said meninggalkan wartawan yang sempat mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
Mudji yang terlihat meninggalkan Gedung KPK sekira pukul 22.00 WIB itu, terlihat kelelahan usai menjalani pemeriksaan selama seharian itu. Bahkan, dia semakin panik ketika awak media menanyakan perihal pemeriksaannya hari ini.
Pria berkacamata tersebut, berusaha membantah bahwa dirinya hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk jenderal bintang dua itu. Bahkan, dia berusaha menyangkal dengan nada panik bahwa dirinya bernama Mudjihardjo.
“Tidak tahu. Bukan, bukan, saya,“ kilah Mudji di samping Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).
Pria tersebut pun makin panik ketika awak media berusaha terus mencecarnya dengan pertanyaan apakah dia mengetahui seputar aliran dana yang dari pencucian uang Djoko.
Dengan terburu buru dan panik, dia berusaha mengeluarkan motor matic berwarna putih yang diparkirkannya di warung yang ada di samping gedung KPK.
Kepanikan Mudji pun semakin memuncak ketika motornya tak kunjung hidup saat tengah berusaha dinyalakan. Melihat kondisi motor yang tidak kunjung menyala, Mudji sempat mengeluarkan celetukan meminta pertolongan untuk menghidupkan mesin motornya yang tidak mau dinyalakan untuk beberapa saat.
“Bisa bantuin saya tidak?,“ pintanya.
Pria paruh baya itu pun sesaat kemudian akhirnya berhasil menyalakan motornya dengan cara lain. Ketika motor menyala, Mudji pun semakin ketakutan dan berusaha untuk terus menghindar dari pertanyaan wartawan yang terus mengejarnya.
Dia pun segera meloncat ke atas motornya dan segera menarik gas cukup kencang berusaha melarikan diri. Alhasil, Mudji nyaris menabrak warung (kios) yang ada di dekat sana. Beruntung, dia bisa menghentikan kendaraan walaupun sempat sedikit terjungkang.
Dia pun lantas segera memacu motornya dengan kecepatan tinggi ke arah jalan HR Rasuna Said meninggalkan wartawan yang sempat mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
(maf)